batampos.co.id – Penasihat Hukum Helmy Hemilton, Alwan Hadiyanto, angkat bicara terkait pengeroyokan yang dialami kliennya.

Ia menyampaikan tidak benar jika kliennya sempat cekcok atau ribut dari dalam tempat hiburan malam (THM) dengan sejumlah orang. Sehingga terjadi perkelahian yang tidak seimbang.

“Informasi yang disampaikan di media massa itu tidak benar adanya. Klien kami itu keluar dari Hotel tempat dia nginap bersama keluarga di Hotel Aston Seraya untuk mencari makan sahur,” kata Alwan, elalui pernyataan tertulisnya yang diterima batampos.co.id, Selasa (4/5/2021).

Menurutnya Helmy Helmilton sebelumnya nginap di Hotel Aston di Seraya bersama keluarga untuk liburan. Anak istrinya pun ikut saat liburan keluarga tersebut.

Ia menjelaskan, awalnya mantan anggota DPRD Kota Batam itu keluar dari hotel dan bertemu dengan teman-teman partainya. Kemudian beli nasi bungkus untuk sahur yang akan dibagikan kepada warga.

Helmy Hemilton saat mendapatkan perawatan di RS Awal Bros. Foto: Istimewa

Setelah sahur on the road, Helmy sempat memutar di sekitaran Harbour Bay.

Saat itu lanjutnya, ada orang yang membuat kemacetan. Kemudian Helmy turun dari mobil untuk mengetahui penyebabnya dan sempat ingin melerai pertikaian saat itu.

“Saat baru menanyakan, hai ada apa, klien kami langsung dipukul dari arah belakang. Spontan klien kami itu jatuh dan tersungkur ke jalan. Belum lagi sempat berdiri, sejumlah orang langsung memukul dan menendangnya. Setelah klien kami tak berdaya, sejumlah orang yang mengeroyok tadi langsung pergi,” katanya.

Selanjutnya kata dia, Helmy dengan kondisi sudah babak belur berusaha berdiri dan pelan-pelan menuju ke kendaraan yang di parkirnya.

Dalam kondisi itu, Helmy langsung pergi ke Rumah Sakit Awal Bros. Sementara istri dan keluarganya yang berada di hotel tidak mengetahui kejadian tersebut.

“Klien kami langsung ditangani pihak rumah sakit. Dia pun langsung menjalani operasi sekira pukul 08.00 WIB hari itu juga. Tangan dan kakinya pun mengalami cidera di bagian tulang,” ujarnya.

Alwan menyebutkan, pihak keluarga baru mengetahui kalau Helmy dikeroyok sejumlah orang sekira pukul 07.00 WIB. Setelah keluarga tahu, pihak kepolisian pun langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Sekali lagi kami sampaikan, bahwa tidak benar jika klien kami itu sempat ribut di salah satu tempat hiburan malam dan terjadi perkelahian sampai di luar. Mohon dikonfirmasi dulu, jangan membangun opini yang negatif. Apalagi rekaman CCTv yang seharusnya untuk kepentingan penyidik, malah dipublikasi ke medsos,” tegas Alwan.

Ia berharap dengan penjelasan yang disampaikan ini, publik bisa mengetahui kejadian yang sebenarnya.(*)