batampos.co.id – Tiga kecamatan di hinterland Batam atau pesisir mengalami peningkatan status akibat pertumbuhan kasus yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Berdasarkan hasil tracing, ada penambahan empat kasus baru.

Camat Belakangpadang, Yudi Admajianto, mengatakan, penambahan kasus memang sedikit mengalami lonjakan. Selama ini Belakangpadang berhasil mempertahankan zona hijau, dan berakhir di zona kuning.

”Kalau melihat peta Covid-19 saat ini sudah masuk zona oranye. Total kasus sebanyak 18 orang untuk saat ini. Makanya perlu peningkatan pengawasan,” ujarnya di Kantor Wali Kota Batam, Senin (3/5).

Pasca-klaster pasar, ada perubahan perilaku masyarakat di Belakangpadang. Seperti berkurangnya perkumpulan di tempat makan. Menurutnya, saat ini kesadaran masyarakat terhadap protkes sudah membaik.

”Tim gugus tugas sudah melakukan tracing untuk kasus baru. Upaya menekan jumlah kasus terus dilakukan. Ia berharap kondisi cepat membaik dan masyarakat kembali sadar dan mematuhi protokol kesehatan, agar penularan bisa ditekan,” harapnya.

Yudi mengakui mobilisasi masyarakat dari Batam ke Pulau Belakangpadang juga menjadi salah satu penyebab. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat yang mau mudik ke Belakangpadang tetap menjalankan protkes seperti menggunakan masker, jaga jarak, hingga menghindari kerumunan.

”Sejak adanya penambahan kasus, memang ada perubahan perilaku. Mereka yang terpapar diminta juga untuk jujur kepada petugas medis, hal ini akan memudahkan dalam tracing nanti,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menambahkan lonjakan kasus tidak hanya terjadi di perkotaan, namun juga pesisir. Untuk itu, langkah dan upaya yang dilakukan tetap sama, tujuannya untuk mengendalikan penyebaran,” sebutnya.

Selama ini, hinterland cukup baik penanganannya, bahkan dipilih sebagai lokasi percontohan penerapan belajar tatap muka di Kota Batam. ”Nanti kami akan rapat bersama camat di hinterland membahas soal ini. Kita semua butuh penanganan lebih cepat agar kasus bisa ditekan,” tegasnya.(*jpg)