batampos.co.id – Perkembangan penyebaran kasus Covid-19 di empat bulan terakhir mencapai rekor tertinggi, terutama di bulan April. Berdasarkan data sejak empat bulan terakhir, jumlah kasus sudah bertambah hingga mencapai 1.774.

Kepala Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi, menyebutkan, Januari jumlah kasus 5.625 dan pada April naik menjadi 7.399 kasus.

”Peningkatan selama bulan April mencapai 1.079 kasus dengan rata-rata kasus mencapai 35 orang per hari. Ini merupakan rekor tertinggi sejak awal pertama kali ditemukan (kasus Covid-19, red),” ungkapnya.

Penyebab meningkatkan kasus ini, diasumsikan akibat melemahnya protokol kesehatan (protkes), meningkatnya mobilisasi, adanya peningkatan aktivitas yang menyebabkan kerumunan masyarakat, serta adanya mutasi virus Covid-19 yang menular lebih cepat dari varian sebelumnya.

”Sementara itulah penyebab meningkatnya angka kasus. Makanya perlu pengawasan dan kesadaran yang lebih tinggi lagi untuk menekan angka kasus,” imbuhnya.

Didi menegaskan, mobilisasi dan meningkatnya aktivitas yang menyebabkan kerumunan menjadi penyebab meningkatnya penyebaran kasus. Karena berdasarkan hasil survei dari tim pusat, Kepri termasuk wilayah dengan tingkat kepatuhan yang cukup tinggi yaitu 90 persen.

Saat ini, Batam secara nasional masih berada di zona oranye. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan adalah pemberlakuan pembatasan berskala mikro, penutupan rumah ibadah, melakukan isolasi mandiri, dan melakukan tracing dengan kontak erat. Ini adalah beberapa tindakan yang dilakukan pemerintah daerah, ketika berada dalam zona oranye.

”Untuk itu, mobilisasi penduduk dan pembatasan aktivitas yang menyebabkan kerumunan harus ditekan, agar kasus bisa ditekan,” ujarnya.(*/jpg)