batampos.co.id – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Amirsyah Tambunan menuturkan kasus yang ada di India perlu menjadi pelajaran agar tidak ada kejadian serupa di Indonesia. Pasalnya, Indonesia sendiri berpotensi mengalami lonjakan karena adanya mudik lebaran 2021. Meskipun ada larangan, bukan berarti hal ini dapat terlaksana 100 persen.

“Terkait dengan larangan mudik, ini sudah melalui kajian telaah berdasarkan data dan fakta bahwa setiap kali ada kerumunan itu menimbulkan lonjakan penyebaran Covid-19 yang luar biasa,” ungkap dia dalam siaran YouTube BNPB Indonesia yang dikutip, Rabu (5/5).

“India harus kita jadikan salah satu pelajaran berharga bagi kita, jangan sampai terulang di Indonesia, jadi pelajaran berharga ini kita camkan, momentum landai di bulan Ramadan harus kita pertahankan, bahkan turunkan,” sambungnya.

Terkait kebijakan pelarangan mudik yang diterbitkan pemerintah, MUI bersama para stakeholder terkait akan melakukan tiga langkah. Mulai dari literasi, sosialisasi serta edukasi.

“Ini untuk memberitahukan bahwa pentingnya protokol kesehatan, dengan ini maka kita akan merasa nyaman, aman dan diri kita memberikan kontribursi tidak menimbulkan penularan kasus Covid-19,” tambahnya.

Untuk itu, kesadaran menerapkan protokol kesehatan ini sangat penting untuk diterapkan oleh masyarakat. “Jadi kita menegakkan prokes itu sebagai bagian dari ibadah, karena membuat kita dan orang lain nyaman. Soal larangan mudik ini penting untuk kita lakukan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kasus Covid-19 di India yang sampai mencapai ratusan ribu dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dikatakan WHO bahwa lonjakan itu diakibatkan oleh pertemuan massal, rendahnya tingkat vaksinasi dan varian baru virus.(jpg)