batampos.co.id – Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Muhammad Syafei, mengungkap, pemberlakukan harga BBM jenis Pertalite setara dengan premium di Batam, batal.

Sebab, program langit biru itu nantinya akan menghapus BBM jenis premium secara bertahap.

”Saya sudah koordinasi dengan Disperindag Kota Batam. Program langit biru hanya 6 bulan. Konsekuensinya setelah itu, premium akan dihapus. Kasihan masyarakat kalau tidak ada premium,”
ujarnya, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos edisi Rabu (5/5/2021).

Ia melanjutkan, keterangan dari Disperindag itu didapat saat dilakukannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pansus LKPJ dengan Disperindag Batam, beberapa waktu lalu.

Dimana, pemerintah daerah tidak menyetujui program langit biru.

Ilustrasi kendaraan di Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

”Kemungkinan Batam tidak menerapkan program langit biru karena pertimbangan tersebut,” katanya.

Adapun, program langit biru merupakan upaya dari Pertamina untuk mengajak masyarakat merasakan langsung penggunaan BBM dengan kualitas yang lebih baik dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan dengan udara yang bersih dan sehat.

”Langit biru itu nantinya harga pertalite disamakan dengan harga premium selama 6 bulan. Tapi setelah 6 bulan, harga pertalite kembali ke semula dan premium tidak disuplai lagi,” tuturnya.

BBM jenis premium masih tersedia dengan kuota tertentu di setiap SPBU. Masyarakat masih bisa membeli maksimal Rp 100 ribu.

Meski demikian, politikus dari PKS itu memandang perlu adanya aturan lebih lanjut untuk mengontrol pembelian BBM maksimal Rp 100 ribu itu perlu adanya pengawasan dari pihak terkait.

Agar, ketersediaan BBM premium tetap tersedia di SPBU.

”Kalau saja konsumen membeli premium Rp 100 ribu di SPBU dan di hari yang sama masih bisa membeli lagi premium di SPBU kedua dan seterusnya. Karena tidak ada sistem auto yang bisa mendeteksinya. Hanya manual record book saja atau out of
record. Jadi ke depannya ini perlu ada pembenahan,” imbuhnya.(jpg)