batampos.co.id – Sejumlah warga mempertanyakan rencana penerapan kartu kendali untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

Sebelumnya, kebijakan ini bakal diterapkan mulai awal Maret lalu namun kemudian diundur.

Namun, sampai saat ini aturan itu belum berlaku. Di sisi lain, pengendara mengeluhkan sulitnya mendapat premium, terutama pada akhir pekan.

Seperti yang dirasakan, Meysa, warga Batam Center. Ia merasa sulit menemukan premium dalam beberapa waktu terakhir.

Terlebih, tidak seluruh SPBU menyediakan bahan bakar jenis penugasan tersebut.

”Premium ada, tapi di jam-jam tertentu, seperti pagi sampai sore, lewat dari itu sudah tak ada lagi. Lagian, tidak semua SPBU menyediakan premium, adanya pertalite dan pertamax saja,”
ujarnya, Selasa (4/5/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Karena itu, ia mempertanyakan rencana penerapan kartu kendali pembelian premium. Ia berharap, dengan kartu kendali, premium bisa tersedia setiap saat dan di seluruh SPBU.

Ilustrasi. Antrean pengendara saat membeli BBM di salah satu SPBU di Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Kondisi sekarang, beli pertalite lumayan (menguras kantong) juga. Makanya berharap ada kartu kendali,” harap wanita berusia 35 tahun ini.

Namun, jika kartu kendali tak bisa diterapkan, ia berharap pemerintah bisa memberikan ketentuan agar harga pertalite seharga premium.

Seperti, di beberapa daerah lainnya seperti Bali dan Makassar yang sudah menerapkan pertalite seharga premium.

”Intinya kami masyarakat kelas menengah ke bawah ini mengharapkan harga BBM murah. Jadi berharap pertalite bisa seharga premium,” imbuh Meysa.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan belum bisa memastikan kapan jadwal pasti penerapan kartu kendali.

Sebab, hal itu masih akan dibicarakan dengan Kepala Pertamina Cabang Kepri yang baru.

”Karena memang ada pergantian Kepala Pertamina Kepri, sehingga rencana itu masih belum bisa jalan,” ujar Gustian.

Di sisi lain, Gustian paham dengan kondisi masyarakat, terutama Batam. Apalagi, sejak pandemi Covid-19 yang membuat ekonomi masyarakat makin sulit.

Karena itu, ia berharap bakal ada jalan terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dalam hal ini penyediaan BBM yang
terjangkau.

”Intinya masih dibicarakan,” ujarnya.

Diketahui, beberapa waktu lalu Gustian sempat mengatakan penerapan kartu kendali belum terealisasi karena masih belum bisa menentukan jumlah kuota pasti untuk setiap kendaraan bermotor di Batam.

Sebelumnya, kartu kendali ini digadang bakal diberikan kepada pengendara yang memiliki kendaraan berupa mobil dengan kapasitas silinder 2.000 CC ke bawah, dan kapasitas sepeda motor 160 CC ke bawah.(jpg)