batampos.co.id – Masa larangan mudik Lebaran dimulai hari ini (6/5) hingga 17 Mei. Ketegasan pemerintah dalam menegakkan aturan diuji dalam beberapa hari ke depan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melepas Tim Gabungan Pengendalian Arus Lalu Lintas pada masa peniadaan mudik Lebaran 1442 H atau Operasi Ketupat 2021 kemarin (5/5). Tim gabungan itu terdiri atas berbagai unsur. Yakni, Korlantas Polri, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, PT Jasa Marga, PT Jasa Raharja, dan unsur terkait lainnya.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono menyampaikan, pengawasan dan pengendalian peniadaan mudik dilakukan di lebih dari 383 titik penyekatan. ”Petugas gabungan di lapangan akan menerapkan aturan ini dengan tegas, tapi tetap humanistis,” katanya.


Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengungkapkan, pihaknya bersama tim gabungan bakal melakukan penyekatan di beberapa titik. Tim juga membangun Posko Lapangan Pengendalian Transportasi Lebaran. Dia mengimbau masyarakat yang ingin melanjutkan perjalanan nonmudik untuk menyiapkan dokumen.

”Bila tidak dapat menunjukkan dokumen yang dipersyaratkan, dengan sangat terpaksa akan kami minta putar balik,” jelasnya.

Pada H-1 larangan mudik kemarin, jumlah pemudik yang berangkat lebih awal tidak meningkat secara signifikan. ”Sekitar 15–20 persen saja. Yang terpantau banyak itu malah penggunaan mobil pribadi. Lumayan banyak orang yang keluar Jakarta pakai mobil pribadi daripada angkutan umum,” ujar Sekretaris Jenderal DPP Organda Ateng Aryono kemarin.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengizinkan beberapa bus tetap beroperasi selama larangan mudik Lebaran. Namun, bus hanya diperbolehkan mengangkut masyarakat atau golongan dalam kategori pengecualian yang boleh bepergian ke luar kota.
Terkait dengan stiker khusus tersebut, Ateng menyebut bahwa pemerintah menyediakan kuota khusus bagi PO bus dan dapat diajukan via online secara gratis. Ateng menegaskan, stiker khusus itu akan mempermudah monitoring petugas di lapangan. ”Sejauh ini anggota tidak terkendala dalam pengajuan. Tidak ada kendala soal kuota,” jelasnya.

Di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta juga tidak dipenuhi penumpang. Antrean hanya terjadi saat pengecekan syarat perjalanan. Itu pun hanya sesekali. Manajemen bandara memasang imbauan 3M di banyak titik. Kursi tunggu pun diberi jarak dengan tanda silang. Di terminal 2 kedatangan, taksi online sempat kehabisan mobil sehingga antrean mengular.

Sementara itu, lonjakan pemudik tampak di Pelabuhan Merak kemarin dini hari. Antrean penumpang kendaraan roda dua, kendaraan pribadi, dan truk logistik terlihat menumpuk sejak pukul 01.00. Saking semangatnya mudik, satu mobil bisa diisi melebihi kapasitas. Bagian depan, misalnya, diisi sampai empat orang.

Sayangnya, di tengah padatnya antrean, pemeriksaan hasil tes kesehatan pun longgar. Banyak penumpang kendaraan pribadi dan truk yang tak perlu repot-repot menjalani tes GeNose C19 seperti penumpang biasa.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin menjelaskan, hingga H-9 atau Rabu pagi, traffic penumpang dan kendaraan di dua lintasan tersibuk mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Di Merak, misalnya. Berdasar data posko 24 jam, sejak Selasa (4/5) pukul 08.00 hingga kemarin pukul 08.00, tercatat 38.414 orang telah meninggalkan Jawa menuju Sumatera. Jumlah tersebut naik 398 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu (7.709 orang).

Kenaikan itu juga terjadi di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi. Data posko 24 jam pada Selasa (4/5) pukul 08.00 hingga kemarin pukul 08.00 mencatat, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 24.479 orang. Naik 452 persen bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu (4.434 orang).(jpg)