batampos.co.id – SW, seorang pekerja serabutan tega merusak masa depan MR, anak di bawah umur yang baru ditemui dan
dicabulinya.

Akibat perbuatan bejatnya, terdakwa dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 100 juta oleh majelis hakim Pengadilan
Negeri Batam, Rabu (5/5/2021).

Kejadian pencabulan yang dilakukan SW terjadi pada awal 2021 lalu. Saat itu, korban Mr tengah berteduh menunggu hujan berhenti di sebuah halte di kawasan Botania.


SW melihat korban dan timbul niat jahat. Di saat bersamaan, SW mengambil kunci sepeda motor korban yang tengah parkir di depan halte.

Korban sempat meminta, tapi SW memberi syarat kepada korban. SW meminta korban mengantarkannya membeli rokok.

Korban menyanggupinya dan sepeda motor dibawa oleh SW. Namun, bukannya membeli rokok, SW malah membawa korban ke lapangan kosong.

Di sana, korban diancam dan langsung disetubuhi. Perbuataan cabul yang dilakukan terdakwa diakui selama persidangan.

Karena itu, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan.

Perbuataan terdakwa juga tak ada alasan pemaaf sehingga harus dihukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Sesuai dengan ketentuan pasal 81 ayat 2 Undang-undang
perlindungan anak.

”Menjatuhi hukuman terhadap (menyebut nama lengkap,red) dengan 10 tahun penjara. Kemudian, membayar denda Rp 100 juta subsider 6 bulan,” ujar hakim Ketua Yoedi Anugrah didampingi hakim Christo dan Marta dalam sidang yang berlangsung virtual dari PN Batam.

Hakim Yoedi juga menjelaskan bahwa hukuman terdakwa sama dengan tuntutan jaksa.

Terdakwa pun berhak menerima atau banding terhadap putusan.

”Saya terima pak hakim,” ujar SW dari Rutan Kelas 1A Batam.(jpg)