Selasa, 14 April 2026

Apindo Batam Surati Pemerintah Pusat, Ini Isinya…

Berita Terkait

batampos.co.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam dan Kepri telah menyurati Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta agar bisa menjalankan program vaksinasi di Batam.

”Tujuan utama vaksinasi oleh Apindo adalah untuk mempercepat program vaksinasi dari pemerintah. Ada empat jenis vaksin yang akan dilaksanakan, yakni untuk lansia (lanjut usia), pekerja sosial, satpam atau sekuriti dan yang terakhir vaksin gotong royong,” kata Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, Kamis (5/5/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Untuk kategori lansia, pekerja sosial, dan sekuriti, Apindo berencana memvaksin 1.000 orang tiap minggu.

”Apindo menyediakan tempat, relawan, dan vaksinator yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang dan puskesmas se-Batam melalui Dinas Kesehatan Batam,” tuturnya.

Sementara itu, untuk vaksinasi gotong royong, Apindo sudah menyurati Kemenkes, meminta agar Batam mendapat prioritas terlebih dahulu.

”Kami minta 50 ribu vaksin untuk tahap pertama dengan perkiraan biaya Rp 1 juta per orang untuk dua kali vaksin.
Tapi harga yang pasti, kami masih menunggu informasi dari pemerintah,” ungkapnya.

Biaya tersebut akan ditanggung oleh perusahaan-perusahaan di Batam untuk diberikan kepada karyawan dan keluarga karyawan.

Apindo Kepri dan Batam sendiri membuka pendaftaran seluas-luasnya bagi empat golongan tersebut untuk segera ikut
vaksinasi.

”Dengan begitu, kami berharap Batam akan lebih cepat mencapai target vaksinasi sehingga penyebaran virus Covid-19 bisa lebih cepat dikendalikan,” jelasnya.

Lambat laun, lanjut Rafki, perekonomian Batam dan Kepri akan lebih cepat bangkit, sehingga investor dan wisatawan lebih percaya untuk datang ke Kepri.

Terpisah, Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hieong, mengatakan, HKI Kepri saat ini sudah berkoordinasi dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk membicarakan soal vaksinasi mandiri bagi pelaku usaha industri.

”Agar bisa dibicarakan dengan pemerintah pusat. Persoalan ini sudah banyak ditanyakan oleh perusahaan industri di Batam,” paparnya.

Sedangkan vaksinasi mandiri yang akan dilakukan oleh asosiasi usaha di Batam, pihaknya masih menunggu teknisnya.

”Kami butuh kepastian harga dan waktunya, baru setelah itu mau ikut pendaftaran. Tapi bukannya kepastian harga dari pusat, makanya kami juga menunggu dari pemerintah mengenai hal
tersebut,” tutupnya.(jpg)

Update