batampos.co.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan inspeksi ke Bandara Ahmad Yani, Semarang, setelah ada kabar satu penumpang positif Covid-19 lolos terbang ke Kalimantan Tengah.

Ganjar menanyai petugas bandara mengenai prosedur yang dilakukan jika ada penumpang yang ketahuan positif Covid-19. Petugas bandara pun hanya terdiam ketika yang ditanyai oleh Ganjar perihal standar penanganan calon penumpang yang positif Covid-19.

Dia meminta pada petugas bandara lainnya penyebab lolosnya penumpang tersebut untuk naik pesawat. Setelah sidak tersebut, Ganjar mengakui adanya kesalahan prosedur dari pihak bandara Ahmad Yani. Dia juga memberikan peringatan agar tidak main-main pada pelayanan publik.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PPP di DPR Achmad Baidowi mengatakan Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Ahmad Yani, Semarang, lalai dalam melakukan pengawasan terhadap pergerakan penumpang.

Oleh sebab itu, dia meminta agar Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Menteri Erick Tohir menegur Angkasa Pura I. “Karena itu harus dilakukan evaluasi menyeluruh di seluruh bandara yang dikelola AP I khususnya dalam pengawasan pergerakan penumpang. Kementerian BUMN harus menegur pihak AP I karena lalai,” ujar Baidowi kepada wartawan, Jumat, (/5).

Baidowi meminta kejadian tersebut tidak boleh terulang lagi di kemudian hari. Sehingga harus ada evaluasi yang dilakukan oleh Angkasa Pura I. “Harus dipastikan semua orang yang terlibat kontak dengan pasien positif harus dilakukan tracking. Dan pasien positif harus dikarantina dan harus diberikan tindakan efek jera agar tidak terulang. Karena tindakannya sudah merugikan masyarakat,” katanya.(*/jpg)