batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menargetkan pengerjaan proyek fisik selesai sesuai rencana yakni pada November 2021 mendatang.
Saat ini, beberapa proyek yang sudah selesai lelang, mulai masuk tahap pengerjaan.
”Saya tekankan kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah)
yang ada, proyek fisik agar mengawasi dan memastikan proyek ini berjalan tanpa kendala,” kata Rudi, Kamis (6/5/2021).
Meskipun di tengah pandemi Covid-19, pengerjaan proyek harus tetap berjalan.
Melalui pengerjaan ini, di harapkan menjadi lapangan kerja bagi yang tidak memiliki pekerjaan.
Saat ini, proyek baik yang dikerjakan Pemerintah Kota dan BP Batam, sudah berjalan.

Rudi berharap, proyek ini bisa selesai tepat waktu. Karena dimulai di bulan April, diharapkan tidak ada kendala atau keterlambatan penyelesaian proyek ini.
Untuk itu, masing-masing OPD perlu mengawasi jalannya pengerjaan.
”Masih ada beberapa bulan ke depan. Semoga tak ada kendala, dan cuaca juga mendukung, sehingga tidak ada masalah,” imbuhnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMS-DA) Batam, Yumasnur, mengatakan, proyek fisik sudah mulai dikerjakan dan alat berat sudah diturunkan ke ruas jalan yang akan dilebarkan tahun ini.
Sedikitnya, 20 proyek sudah selesai dilelang, dan masuk tahap pengerjaan.
”April lalu baru mulai kerja. Untuk persentasenya masih belum bisa dihitung, karena masih baru mulai,” sebutnya.
Beberapa pengerjaan yang sudah dimulai di antaranya, Simpang Tembesi, Simpang Basecamp, pengerjaan lanjutan dari Simpang Kara menuju Simpang Frengky, dan berbagai proyek lainnya.
Selain mengejar pengerjaan proyek infrastruktur, pihaknya juga terus melakukan normalisasi di drainase yang menjadi titik-titik banjir.
Alat berat saat ini juga diturunkan untuk mengangkat sedimentasi yang menghambat aliran air.
Normalisasi ini akan membuat daya tampung air lebih besar, sehingga bisa meminimalisir terjadinya banjir akibat meningkatnya volume air.
”Normalisasi penting juga, untuk antisipasi banjir. Jadi di tengah pengerjaan proyek fisik, semua alat berat juga kami kerahkan untuk membersihkan aliran air,” sebutnya.
Yumasnur mengungkapkan, tidak semua proyek yang belum selesai, dilanjutkan tahun ini.
Seperti, proyek pelebaran jalan di Tiban Center menuju Tiban Mentarau, Sekupang.
Proyek multiyears tersebut harusnya dilanjutkan tahun lalu dan sekarang.
”Memang belum semua bisa kami lanjutkan pengerjaanya. Proyek yang dilanjutkan berdasarkan skala prioritas. Karena tergantung ketersediaan anggaran juga,” imbuhnya.(jpg)
