batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam akan melanjutkan pemberian vaksin Covid-19 dosis kedua kepada 36 ribu penerima.
Mereka adalah penerima vaksin dosis pertama yang digelar bulan lalu. Pemberian vaksin dosis kedua ini direncanakan akan diberikan usai Lebaran mendatang.
Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, saat
ini stok vaksin masih tersedia untuk melanjutkan vaksinasi
dosis pertama.
Pemberian vaksin harus segera dilakukan, karena batas waktu atau masa kedaluwarsa penggunaan vaksin tidak lama.
Untuk itu, petugas medis akan kembali memberikan vaksin mulai
pertengahan Mei hingga awal bulan Juni mendatang.
”Paling prioritas yang 36 ribu ini dulu. Karena mereka kan sudah sukses divaksin dosis pertama, berikutnya baru kalangan prioritas seperti lansia, petugas layanan publik, dan lainnya,” ujar Didi,
Kamis (6/5/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Adanya kebijakan baru dari pemerintah pusat membuat pelaksanaan vaksinasi sedikit terkendala.
Sekarang, seluruh vaksin tidak dipusatkan di provinsi seperti sebelumnya, namun langsung disebarkan di Kimia Farma.
Pengusulan pengambilan vaksin ini harus melalui prosedur yang sudah ditentukan.
”Kami mengajukan ke provinsi nama-namanya, setelah mendapat persetujuan, baru vaksin bisa diambil ke Kimia Farma. Jadi prosesnya lebih lama dari yang sebelumnya. Makanya nanti kalau sudah dapat vaksin, tim medis langsung gerak, guna mempercepat penyuntikan,” jelasnya.
Didi menambahkan, saat ini sudah mengusulkan nama-nama penerima vaksin ke provinsi, mayoritas mereka adalah lansia.
Menurutnya, faktor bulan puasa banyak yang memilih tidak mengikuti vaksinasi.
“Misalnya di Puskesmas Galang, awalnya direncanakan yang divaksin 100 orang, tapi yang datang hanya 30 orang, sehingga vaksin tidak habis, padahal kita juga memikirkan jangka waktu penggunaannya,” terang dokter spesialis kandungan ini.
Tidak saja itu, pendataan penerima vaksin juga sudah dimulai di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sampai saat ini masih ada 16 atau 20 OPD yang belum mengusulkan nama-nama penerima vaksin.
Lanjutnya, ASN termasuk prioritas untuk mendapatkan vaksin, jika kalangan lansia banyak yang menolak atau keberatan untuk diberikan vaksin.
”Data antrean sudah banyak. Kalau lansia tak ada yang divaksin lagi, langsung kami masukan yang sudah ntre ini,” sebutnya.(jpg)
