Rabu, 8 April 2026

3 Pendorong Inflasi di Provinsi Kepri pada Triwulan Pertama 2021

Berita Terkait

batampos.co.id – Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan I 2021 mengalami kontraksi sebesar -1,19% years on years (yoy), jauh lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi -4,46% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesias Provinsi Kepri, Musni Hardi K. Atmaja, mengatakan, perbaikan perekonomian Kepri sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dibanding triwulan sebelumnya.

“Dari sisi lapangan usaha, perekonomian Kepri masih ditopang oleh lapangan usaha industri pengolahan dengan share sebesar 41,97% yang tumbuh sebesar 7,33% (yoy); dan Konstruksi dengan share sebesar 19,25 % yang tumbuh sebesar 0,05% (yoy) setelah sebelumnya mengalami kontraksi sebesar -9,24% (yoy),” katanya, Sabtu (8/5/2021).

Ia menjelaskan, dari sisi pengeluaran, perekonomian Kepri didorong oleh konsumsi rumah tangga (RT) dan investasi (PMTB) yang masing-masing tumbuh sebesar -0,66% (yoy) dan 0,06% (yoy), lebih baik dibanding triwulan sebelumnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesias Provinsi Kepri, Musni Hardi K. Atmaja, menjelaskan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri pada triwulan pertama. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Menurutnya, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik, pada April 2021 Kepri mengalami inflasi sebesar 1,61% (yoy), meningkat dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 1,56% (yoy).

Inflasi lanjutnnya didorong oleh kelompok administered prices dan kelompok inti yakni:

  1. Tarif angkutan udara
  2. Tarif kendaraan roda dua online (ojol)
  3. Harga emas perhiasan.

Menurutnya, meningkatnya inflasi pada April 2021 menunjukkan bahwa daya beli/permintaan masyarakat masih terjaga sejalan dengan perbaikan ekonomi yang terus berlangsung.

Memasuki bulan Mei 2021, lanjutnya, tekanan inflasi diperkirakan kembali meningkat terutama memasuki hari raya Idul Fitri yang jatuh pada minggu kedua Mei 2021.

Inflasi Mei 2021 diperkirakan berada di kisaran 0,18 – 0,58% (mtm). Namun, dengan adanya upaya pengendalian inflasi oleh TPID dalam menyambut hari raya Idul Fitri 2021, diperkirakan inflasi Kepri masih dapat dijaga di sekitar batas bawah sasaran yang ditetapkan 3±1%.

“Upaya pengendalian tersebut terutama difokuskan untuk menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan dengan memprioritaskan arus bongkar muat bahan pokok di pelabuhan dan melakukan operasi pasar/pasar murah,” jelasnya.(esa)

Update