batampos.co.id – Tujuh hotel di Batam sudah digunakan untuk tempat karantina mandiri bagi pasien yang terpapar Covid-19.

Sebanyak 78 orang kini dirawat di tujuh hotel. Selain itu, ada tiga rumah susun (rusun) dan shelter Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Batam juga di-
gunakan untuk karantina bersama.

Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Covid-19 Daerah Perlintasan Kepri, Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, mengatakan, hotel yang sudah digunakan ada di Batuampar, Lubukbaja, Batam
Kota, Batuampar, dan Nagoya.


”Di salah satu hotel di Batuampar, ada 17 orang menjalani karantina mandiri. Kemudian, di salah satu hotel di Lubukbaja 38 orang, terdiri dari 29 warga negara Indonesia (WNI) dan sem-
bilan warga negara asing (WNA),” ujar Jimmy, Jumat (7/5/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Di hotel yang berlokasi Batam Kota, ada 17 orang menjalani isolasi, yakni 14 WNI dan tiga orang WNA.

Di salah satu hotel lagi di Batuampar, dua orang menjalani karantina, masing-masing satu orang WNI dan satu orang
WNA.

Dua hotel lainnya di Jodoh, Batuampar menampung empat pasien, yang terdiri tiga WNI dan satu orang WNA.

”Di shelter P4TKI Batam Kota juga sudah digunakan dan sampai Rabu kemarin ada satu orang menjalani isolasi di sana. Jadi, total WNA yang karantina mandiri ada 17 orang,” paparnya.

Saat ini, Tim Gugussus Kepri, sedang menyiapkan menerima pekerja migran Indonesia (PMI) yang dijadwalkan dari Malaysia dan Singapura.

Kedatangan kapal feri dari Stulang Laut, Malaysia tujuan Pelabuhan Batam Center, 8 Mei 2021 kemudian 11 Mei 2021 dan 17 Mei 2021.

Kemudian, jadwal kedatangan kapal feri dari Pasir Gudang, Malaysia tujuan Pelabuhan Batam Center, 6 Mei 2021, kemudian 9 Mei 2021 dan 16 Mei 2021.

Jadwal kedatangan kapal feri dari Singapura tujuan Pelabuhan
Batam Center, normal dua kapal feri setiap hari.

”Ada juga jadwal kapal feri dari Singapura tujuan Pelabuhan Harbour Bay, membawa penumpang hanya 10 orang,” imbuhnya.

Untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19 secara
masif, tim Covid-19, sudah melakukan penyemprotan
disinfektan di Rusunawa Pemko Batam I Tanjunguncang.

Mereka melakukan penyemprotan kamar dan tempat tidur yang telah digunakan PMI.

”Terutama PMI terkonfirmasi positif. Kemudian, koridor dan tangga naik menuju ruangan atas. Termasuk ruang jaga, medis dan tempat penyimpanan barang PMI serta sekeliling gedung
rusun pemulangan PMI,” terangnya.

Selanjutnya, 6 Mei 2021 dilakukan penyemprotan di Rusun BP Batam dan Rusun Pemko II Putra Jaya.

Tower A Rusunawa BP Batam Tanjunguncang, akan dimanfaatkan sebagai tempat karantina, sehingga dapat menampung tambahan 360 orang.

”Kita juga gunakan Bapelkes (Balai Pelatihan Kesehatan) sebagai RS alternatif, mulai 6 Mei 2021, khusus untuk masyarakat nonpekerja migran Indonesia. Kita siapkan nakes (tenaga kesehatan) dan perlengkapannya di bawah tanggung jawab Kadiskes,” bebernya.(jpg)