batampos.co.id – Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam butuh bantuan reagen untuk kelancaran proses pengecekan sampel Covid-19.

Permohonan bantuan reagen ini sudah disampaikan ke Pemko Batam dan juga Provinsi Kepri.

”Sudah kami bicarakan kemar in, akan dibantu Pemko dan Pemprov. Ini (reagen) untuk stok ke depannya agar tak ada kendala dengan proses pengecekan sampel,” kata Kepala BTKLPP Batam, Budi Santosa, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos edisi sabtu (8/5/2021).

Petugas Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam sedang memeriksa sampel swab suspect corona, beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Reagen yang tersedia saat ini diakui Budi memang masih mencukupi, namun stok tetap harus ada karena belum ada kepastian apakah ada penurunan sampel ke depannya.

”Bisa jadi malah tambah banyak, makanya harus disiapin stoknya,” ujar Budi.

Reagen merupakan ekstraksi yang digunakan dalam pengecekan spesimen. Reagen berisi sejumlah senyawa kimia untuk mendeteksi SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit Covid-19.

Selama ini, kata dia, BTKLP Batam sudah sering mendapat
bantuan reagen baik dari Pemko, Pemprov, ataupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Namun, banyaknya sampel yang harus diperiksa, sehingga bantuan serupa harus berkelanjutan demi kelancaran proses pengecekan sampel.

Untuk pengecekan sampel Covid-19, BTKLPP Batam memiliki dua unit mesin polymerase chain reaction (PCR) yang mampu melayani 300 hingga 500 sampel dalam sehari.(jpg)