batampos.co.id – Harga daging sapi beku di pasaran Batam naik sejak beberapa waktu lalu. Saat ini, daging sapi beku dijual hingga Rp 100 ribu per kilogram (kg). Padahal sebelumnya, komoditas ini ditawarkan di kisaran Rp 80-90 ribu per kg.
Kenaikan harga diakui pedagang sudah terjadi sejak awal Maret lalu.
Pantauan Batam Pos di Pasar Botania I, Batam Center, Jumat (7/5), rata-rata daging sapi beku atau daging impor ini dijual Rp 97-100 ribu per kg.
”Sudah naik sejak Maret lalu jadi Rp 90 ribu dari yang Rp 85 ribu. Tapi awal puasa naik lagi jadi Rp 100 ribu,” ujar Asri, salah satu pedagang daging di pasar tersebut.
Menurut dia, kenaikan harga tidak berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Bahkan, saat awal Ramadan, daging sapi beku ini sempat menjadi primadona.
”Awal puasa ramai yang beli, bisa jual sampai 50 kilogram, kalau sekarang sudah normal. Pembeli sudah pada tahu harga daging mahal,” jelas Asri.
Tak hanya daging sapi beku yang naik, harga daging ayam potong segar juga mengalami kenaikan. Saat ini, rata-rata pedagang menjual daging ayam potong segar Rp 40 ribu per kg. ”Kalau ayam sudah 10 hari terakhir naik, dari harga Rp 38 ribu jadi Rp 40 ribu,” tukas Asri.
Sedangkan untuk cabai merah keriting, dari Rp 60 ribu per kg kini turun menjadi Rp 35-40 ribu per kg. Begitu juga dengan cabai rawit dari Rp 80 ribu, turun menjadi Rp 35-40 ribu per kg. Sedangkan cabai rawit merah atau cabai setan, turun dari harga Rp 100 ribu per kg menjadi Rp 60-70 ribu per kg.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdisperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengakui adanya kenaikan harga daging sapi beku. Harga daging sapi beku tak bisa dikendalikan, karena memang sudah tinggi dari negara asal.
”Harga daging sapi ini memang naik, sudah dari daerah asal. Langka pasca pandemi, makanya harga naik,” ujar Gustian.
Di lain hal, Gustian menjamin harga komoditas lainnya tak naik jelang Lebaran. Hal itu dikarenakan stok untuk sejumlah komoditas lebih dari cukup. ”Kami jamin stok dan harga aman hingga Lebaran. Tak ada kenaikan, karena stok ada,” kata Gustian.(*/jpg)
