batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meminta Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penangan Covid-19 untuk melakukan pengetatan pengecekan terhadap pemudik saat arus balik Lebaran berlangsung.
Hal ini bertujuan untuk menekan penyebaran kasus yang disebabkan mobilisasi masyarakat.
”Harus diawasi betul mulaidari pintu kedatangan. Jangan
sampai ada yang lengah, karena dampaknya bisa menyebabkan peningkatan kasus. Karena, kita yang di Batam sudah berusaha menekan melalui penerapan protokol kesehatan (protkes) seperti pelaksanaan salat Idulfitri,” kata Rudi, Minggu (16/5/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Menurutnya, orang yang akan kembali ke Batam sebelumnya
sudah menjalani pemeriksaan di daerah asal.
Hal ini diharapkan jadi langkah antisipasi penyebaran virus corona. Petugas yang ada di Batam, diminta memastikan hal ini, dengan memeriksa surat atau bukti pemeriksaan tersebut.
”Jadi, semua tidak boleh abai terkait hal ini. Petugas medis juga harus siap jika ada kasus. Untuk memutus mata rantai ini, 3T (testing, tracing, treatment/pengetesan, penelusuran, perawatan) harus jalan,” sebutnya.
Ia berharap, saat arus balik berlangsung, tidak ada lonjakan kasus. Saat ini, hampir seluruh kecamatan masuk dalam zona merah.
Pertumbuhan kasus masih belum bisa dihentikan. Untuk itu, perlu
bantuan semua pihak agar hal ini tidak terjadi.
Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan,
untuk menekan penyebaran kasus, bisa difilter dengan tes
GeNose, swab antigen dan lainnya.
Pengecekan di pintu kedatangan merupakan bentuk pencegahan dini bagi pendatang, sebelum mereka pulang ke rumah.
”Kalau mereka sudah swab antigen sebelum ke sini, insya
Allah enggak akan menimbulkan penambahan kasus yang signifikan. Kita tidak bisa menghambat orang masuk ke Batam, namun yang bisa dilakukan adalah berupaya menekan dan mencegah penyebaran saat mereka tiba,” sebutnya.
Petugas medis yang bertugas di pelabuhan dan bandara,
juga diminta memastikan hal ini.
Jika nanti ditemui ada yang tidak sesuai aturan, akan langsung dibawa dan diminta menjalani uji swab antigen, guna memastikan kondisi mereka.
”Langkah-langkah ini lah yang dilakukan petugas kesehatan. Kalau ada kasus juga bisa langsung di-tracing secepat mungkin,” sebutnya.
Saat ini, lanjutnya, jumlah pasien yang sembuh mengalami peningkatan. Ia menyebutkan, berdasarkan data terbaru, rata-rata pasien sembuh setiap hari sebanyak 27 orang dan pasien positif 37 orang.
Jumlah pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 598 pasien, 332 pasien menjalani isolasi mandiri.(jpg)
