batampos.co.id – Sebanyak 6.000 vial vaksin AstraZeneca batch 548 sudah tiba di Kota Batam dan siap digunakan.

Adapun, dalam satu batch atau kumpulan produksi, setara
dengan 448.480 vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, vaksin ini nantinya dikhususkan untuk dosis kedua penerima vaksin AstraZeneca pada tahap pertama.

Adapun, penerimanya ialah lansia, pekerja publik, ASN, atlet,
wartawan serta guru.

”Sudah, yang datang baru 6.000 vial,” ujar Didi, Senin (17/5/2021).

Disebutkannya, proses vaksinasi akan dilakukan sesegera mungkin. Semua pihak yang menjadi penerima vaksin, akan didata dan selanjutnya dilakukan proses penyuntikan vaksin tahap kedua.

Didi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak khawatir apalagi takut untuk menjalani vaksin.

“Sekarang sudah mulai jalan. Insya Allah aman,” sebutnya.

Ditambahkan Didi, vaksin AstraZeneca batch 548 ini berbeda dengan vaksin AstraZeneca batch 547 yang direkomendasikan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dihentikan penyebaran dan penggunaannya.

”Alhamdulillah, kita tidak menggunakan vaksin AstraZeneca dengan nomor batch itu. Kita memakai batch 548,” ungkap Didi.

Sebelumnya, dalam surat tertanggal 11 Mei 2021 yang ditandatangani Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,
Psikotropika, Prekusor dan Zat Adiktif BPOM yang ditujukan pada Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dan Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, dijelaskan terkait terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI (efek samping/akibat) Fatal dan Serius pasca penyuntikan Vaksin AstraZeneca (COVAX) batch CTMAV547 di Jakarta.

Untuk itu, Badan POM melalui UPT Badan POM sedang melakukan investigasi terkait hal tersebut.

Selain itu, saat ini Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOM) BPOM sedang melakukan sesisitas abnormal dan sterilisasi terhadap vaksin AstraZeneca batch 547.

Untuk itu, Badan POM meminta kepada Kementerian Kesehatan, agar segera menghentikan distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca 547 untuk sementara, sampai hasil investigasi keluar.

Kejadian KIPI Fatal dan Serius ini, terjadi beberapa waktu
lalu di Jakarta. Dimana, dua orang dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan suntikan Vaksin AstraZeneca batch CTMAV547.

Diyakini, vaksin denga nomor batch yang sama juga tersebar
di DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.