batampos.co.id – SI, 66, warga Kampung Telaga Rindu, Kabil, Nongsa, ditemukan tewas di perkebunan tak jauh dari rumahnya, Senin (17/5) pagi. Pria yang bekerja sebagai tukang kebun ini diduga tewas akibat tersambar petir.

Kapolsek Nongsa, AKP I Made Putra Hari Suwargana, mengatakan, tewasnya SI pertama kali diketahui pihak keluarga. Saat itu, korban berpamitan untuk mengecek saluran air yang berada di tengah kebun.

”Dari keterangan keluarga, korban saat itu hendak memeriksa saluran air. Waktu ditemukan, terdapat luka di bagian dada akibat sambaran petir,” ujar Made.

Made menjelaskan, dari keterangan keluarga, SI berpamitan memeriksa saluran air saat hujan deras mengguyur. Bahkan, saat itu terdengar sambaran petir yang diduga mengenai korban.

”Pagi itu hujan deras dan petir. Korban kemudian ditemukan tak bernyawa di lokasi,” katanya.

Made menambahkan, saat ini jasad SI sudah dikebumikan pihak keluarga. ”Ini murni musibah,” tegasnya.

Dengan kejadian ini, Made mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar rumah atau di tempat terbuka saat hujan deras, apalagi jika disertai petir.

”Hindari beraktivitas di tempat terbuka saat hujan deras yang disertai petir. Karena potensi untuk tersambar kemungkinannya besar,” tutup Made.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam memprediksi intensitas hujan cukup tinggi hingga akhir Mei di wilayah Kepri. Kondisi hujan yang turun selalu disertai petir hingga angin kencang.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan, hujan diprediksi turun setiap hari meski hanya sebentar. Tak hanya diminta waspada terhadap intensitas hujan yang tinggi, masyarakat juga diminta waspada terhadap petir. Begitu juga dengan anginkencang.

”Petir yang terjadi saat hujan ini cukup tinggi, jadi masyarakat terutama yang beraktivitas di luar ruangan, harap lebih berhati-hati,” terang Suratman. (*/jpg)