batampos.co.id – Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 63 orang pada Senin (17/5) lalu. Mayoritas pasien menjalani isolasi mandiri, sisanya diisolasi di beberapa rumah sakit (RS), yakni RS Awal Bros dan RS Keluarga Husada.

Berdasarkan data tujuh pasien masuk dalam klasifikasi suspect dengan berbagai keluhan. Seperti demam, batuk, pilek, dan hilang penciuman. Sisanya sebanyak 56 pasien masuk dalam klasifikasi asimptomatik tanpa gejala.

Dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam terhadap seluruh klaster dapat disimpulkan sementara bahwa terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru.

Ini imbas dari penurunan tingkat kedisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan (protkes) di berbagai aktivitas. Peningkatan tersebut menyebabkan penyebaran semakin masif.

Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, mengimbau masyarakat Kota Batam untuk mematuhi protkes.

Dia menyebutkan, sebelumnya Batam sudah berhasil menekan angka kasus pada Juni tahun lalu. Namun karena ada pelonggaran dan adaptasi kebiasaan baru, kasus kembali meningkat. Sehingga Batam harus menghadapi gelombang kedua serangan Covid-19.

”Harapan semua pasti Covid-19 ini segera berlalu. Jangan sampai lah gelombang Covid-19 meluas dan bertahan lama, karena semakin lama semakin sulit pulih. Dampak yang ada saat ini sudah cukup menyulitkan, apalagi adanya varian baru yang menyebar cukup cepat. Ini patut diwaspadai,” terangnya, Selasa (18/5).

Penguatan protkes seperti menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah harus menggunakan masker, ditambah dengan menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Didi mengungkapkan, meskipun ada juga pasien yang dinyatakan sembuh, namun grafik cenderung naik. Hal ini disebabkan jumlah pasien positif Covid-19 masih banyak bila dibandingkan dengan pasien sembuh.

”Virus varian baru ini lebih berbahaya dari yang sebelumnya. Dengan penularan yang cukup cepat dikhawatirkan penyebaran makin masif. Meskipun belum ada ditemukan sampai saat ini,” ujarnya.(*/jpg)