Selasa, 21 April 2026

Dinas Pendidikan Diminta Persiapkan Pendaftaran PPDB Online Dengan Matang

Berita Terkait

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam berencana membuka pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk jenjang SD kemudian dilanjutkan SMP yang dimulai 8 Juni mendatang.

Pendaftaran dibuka daring demi menghindari kerumunan orangtua ketika mendaftarkan anaknya.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Mochammad Mustofa, meminta Disdik mempersiapkan website dengan baik.

Kendala selama ini yang terjadi orangtua selalu mengeluhkan sulitnya mengakses link pendaftaran.

”Saya ingin lebih baik dari sebelumnya. Jangan sampai orangtua harus menunggu sampai tengah malam untuk bisa mengakses. Dan alasannya pasti sama karena ramai pendaf-
tar. Harusnya ini dievaluasi dan dimatangkan,” ujarnya, Kamis (20/5/2021).

Ia sangat mendukung pelaksanaan PPDB online, namun hal ini harus dibarengi dengan
kesiapan website yang akan digunakan sebagai tempat pendaftaran.

Karena untuk saat ini, sistem online dinilai lebih aman di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

”Kalau sistem offline atau manual dikhawatirkan ada aktivitas yang mengakibatkan kerumunan. Sehingga memicu adanya penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Selain itu, persoalan daya tampung juga menjadi permasalahan. Disdik harus mencari solusi untuk menangani persoalan ini.

Pihaknya menyarankan agar sekolah swasta dilibatkan dalam proses PPDB. Menurutnya, kalau semua ke negeri, sekolah swasta bisa tidak mendapatkan siswa.

”Pemko Batam harus bekerja sama dengan sekolah swasta. Sehingga ada subsidi silang. Ini juga membantu sekolah swasta mendapatkan murid,” imbuhnya.

Orangtua juga diminta bijak dalam menentukan pendidikan anak mereka. Jika mampu,
pilihlah sekolah swasta karena sekolah negeri memang diprioritaskan bagi mereka yang tidak mampu secara ekonomi.

”Biasanya Disdik menghitung anak yang tak tertampung dan akan dibahas bersama kami di Komisi IV. Jadi, sekolah swasta juga bisa dapat siswa dari yang tidak tertampung ini,” ungkapnya.

Selama ini, masyarakat berlomba-lomba memasukkan anaknya ke sekolah negeri. Karena biaya pendidikan di sekolah swasta cukup mahal.

Alasan tersebut selalu dibawa saat PPDB dibuka. Ketua Komisi IV, Ides Madri, menambahkan, jika kapasitas siswa di sekolah negeri melebihi kuota yang disediakan, akan berdampak pada tingkat konsentrasi siswa dalam belajar.

”Apabila jumlah siswa dipaksa terlalu banyak dalam satu kelas, maka kualitas pendidikan yang diterima tidak maksimal. Sehingga sudah seharusnya sebagian berada di sekolah swasta,” terangnya.(jpg)

Update