batampos.co.id – Mobilitas menjadi salah satu sarana dalam penularan Covid-19. Selain pembatasan mobilitas dalam negeri, pemerintah juga berupaya membatasi mobilitas dari luar negeri. Perkembangan kasus di berbagai negara menjadi perhatian.
Pemerintah apakah masih pertimbangkan pembukaan travel corridor arrangement (TCA) antara Singapura dengan Indonesia. Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, menyatakan bahwa pemerintah masih mempertimbangkan pembukanan TCA dari Batam maupun Bintan. Ini berdasar kondisi Covid-19 dan penanganan di Singapura. “Pembukaan travel corridor ini masih dalam persiapan,” ujarnya.
Wiku juga menjelaskan adanya pembatasan WNA ke Indonesia. Sejauh ini pembatasan dilakukan untuk warga negara India. “Kami akan melakukan pengaturan yang terkait pemegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal tetap (KITAP). “Ini untuk mencegah penularan varian baru di Indonesia,” ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Uno menjelaskan, rencana pembukaan travel corridor arrangement (TCA) Singapura-Indonesia di Bintan dan Batam terus difinalisasi. “Baru saja saya dengan ibu Menlu (Retno Marsudi) memberikan beberapa koordinasi dan sinkronisasi bagaimana mekanisme penerimaan wisman (wisatawan mancanegara) sejak dari Terminal Tanah Merah,” kata dia dalam Weekly Press Briefing virtual pada Senin (5/4).
Tidak hanya itu, beberapa waktu lalu, Sandiaga sempat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan untuk membahas rencana pembukaan TCA Singapura-Indonesia.(jpg)
