batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mengimbau masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di musim hujan seperti sekarang ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, jumlah kasus DBD cukup fluktuatif. Namun, saat musim hujan, kejadian penyakit tersebut cenderung meningkat. Menurutnya, pada musim hujan populasi nyamuk aedes aegypti akan meningkat karena telur yang belum menetas akan menetas ketika habitat perkembangbiakannya mulai tergenang air hujan.

Kondisi tersebut akan meningkatkan populasi nyamuk sehingga dapat menyebabkan peningkatan penularan penyakit DBD. ”Kelangsungan hidup nyamuk aedes aegypti akan lebih lama bila tingkat kelembaban tinggi selama musim hujan sehingga masyarakat harus lebih waspada memasuki musim hujan,” ungkap Didi, Kamis (20/5).


Berdasarkan data Dinkes Kota Batam, jumlah penderita DBD di Kota Batam hingga 19 Mei 2021 ini mencapai 290 orang. ”Jumlah ini jauh Lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebanyak 188 kasus,” ujarnya.

Jika dilihat dari jumlah, hampir seluruh kecamatan di Batam memiliki kasus DBD. Sementara bila melihat data tahun sebelumnya, Kecamatan Batam Kota masih menjadi kecamatan dengan kasus tertinggi.

Didi mengatakan, berbagai upaya untuk mengantisipasi kasus DBD terus dilakukan. Di antaranya, menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melaksanakan kegiatan gerakan satu rumah satu jumantik. Kemudian, menyiapkan petugas, sarana dan prasarana serta meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan di semua wilayah di Kota Batam.

Ia juga mengimbau masyarakat berperan aktif mencegah DBD, dengan cara lebih peduli terhadap lingkungan. Misalnya, membersihkan lingkungan serta menggalakkan program 3M plus. ”Yaitu menguras, mengubur, dan menutup wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta menggunakan pelindung tambahan saat tidur,” pungkas Didi. (*/jpg)