batampos.co.id – Muklis, guru honorer SMKN 5 Batam ditemukan tewas tergantung di gedung workshop sekolah,
Sabtu (22/5) sekitar pukul 07.00 WIB.
Polisi menduga, korban bunuh diri karena terhimpit persoalan bisnisnya. Jenazah pria 40 tahun itu pertama kali ditemukan oleh anaknya yang mencari ayahnya ke sekolah karena sejak sehari sebelumnya tak kunjung pulang ke rumah.
Saat tiba di sekolah, anak korban hanya mendapati sepeda motor korban. Sementara, korban tak berada di ruang guru. Anak korban kemudian ke workshop dan mendapati gedung workshop terkunci dari dalam.
Ia mengintip dan mendapati ayahnya sudah dalam kondisi tergantung di dalam gedung workshop. Anak korban kemudian memanggil kepala sekolah, Agus Syahrir, dan guru-guru lain yang kebetulan ada di sekitar lingkungan sekolah.
Temuan ini kemudian dilanjutkan ke Polsek Sagulung. Kapolsek Sagulung, AKP Yusriadi Yusuf, membenarkan temuan jenazah guru honorer ini.
Pihaknya sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membawa korban ke RS Bhayangkara untuk ditindaklanjuti.
Berdasarkan keterangan sementara, diduga korban bunuh diri dengan cara gantung diri di gedung workshop.
Di meja kerja korban, juga ditemukan sepucuk surat yang meminta sang istri untuk menjaga anak-anaknya.
”Ayah gagal, jaga anak-anak”, isi tulisan tersebut.
”Sudah banyak saksi yang kita periksa dan mengarah ke sana. Korban bunuh diri dengan cara digantung di tempat
kerjanya di ruangan workshop,” ujar Yusuf.
Informasi yang didapatkan, guru honorer ini tengah terlilit masalah bisnis percetakan yang dirintisnya. Korban punya keahlian di bidang periklanan (advertising).
Sambil mengajar, dia juga merintis usaha percetakan buku di sekolah. Belakangan, usaha percetakan berjalan kurang bagus karena ada kemacetan pengiriman bahan-bahan percetakan dari Bandung.
Jika pengiriman lancar, jumlahnya kurang atau tak sesuai ketentuan. Ini yang membuat korban sering mengeluh pusing kepada sang istri.
Kepada polisi, sang istri juga mengakui kalau belakangan kondisi kesehatan sang suami kurang baik karena adanya pikiran dengan masalah percetakan tadi.
Sehingga, diduga hal itu jadi alasan korban bunuh diri.
”Itu keterangan sang istri. Untuk pastinya masih kita dalami,” ujar Yusuf.(jpg)
