batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, membenarkan bahwa varian baru virus corona dari Inggris atau B117 sudah ditemukan di Batam.
Namun, menurut Didi, virus corona yang telah bermutasi tersebut dibawa oleh para Pekerja Migran Indonesia (PMI) saat menjalani masa karantina di Kota Batam.
”Sudah lama ada yang dibawa TKI (varian B117). Februari kemarin juga sudah pernah dilaporkan,” kata
Didi yang juga Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam ini, Senin (24/5/2021), seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Didi menyebutkan, sejauh ini Dinkes belum memiliki alat atau peralatan yang mampu mengecek varian terbaru dari virus corona tersebut.
Hal ini baru diketahui setelah adanya penelitian sampel dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diJakarta, beberapa waktu lalu.
”Baru di Jakarta yang bisa (cek sampel varian baru virus corona, red). Kita belum,” ungkapnya.
Terkait hasil temuan BTKLPP Batam yang melaporkan telah mendeteksi satu sampel yang positif tertular Covid-19 varian B117, ia menjawab, sampai saat ini belum menerima laporan dari BTKLPP.
”Belum ada (laporan, red),” kata Didi.
Ditambahkannya, alat yang bisa mendeteksi varian baru virus corona ini sangat canggih dan mahal, sehingga belum
semua daerah di Indonesia yang mampu memilikinya.
Belum lagi dalam menjalankan peralatan ini dibutuhkan tenaga sumber daya manusia yang profesional dan andal.
”Cukup Jakarta saja,” ucap Didi.
Namun begitu yang membedakan virus corona dengan varian baru corona B1525 ini adalah lebih cepat menular. Namun begitu, menurut Didi, virus ini tidak lebih mematikan dibanding virus corona yang ada selama ini.
”Perbedaannya lebih cepat menular saja,” sebutnya.
Disinggung apakah pemberian vaksin yang digalakkan pemerintah saat ini mampu atau kebal terhadap varian baru, ia menjawab vaksin diberikan secara umum.
”Mau varian apa saja selagi itu masih Covid-19, ada cross dan struktur proteinnya sama. Efektivitas vaksin akan tetap terjaga,” ujarnya.(jpg)
