Rabu, 29 April 2026

Pemko Batam Siapkan Biaya Makan Pasien OTG, Segini Besarannya…

Berita Terkait

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, untuk pembiayaan makan pasien Covid-19 yang masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) diperkirakan Rp 60-70 ribu per hari.

Ia menjelaskan, besar anggaran yang disediakan tergantung dari jumlah pasien positif tanpa gejala yang masuk ke Asrama Haji.

”Semua dari APBD, sedangkan gedung difasilitasi dari BP Batam. Besar anggaran tergantung yang datang ke sana,” sebutnya.

Rencananya gedung Asrama Haji akan digunakan selama satu bulan ke depan. Asrama Haji bisa menampung hingga
800 pasien positif. Saat ini sudah ada 105 pasien yang berada di sana.

”Kita lihat perkembangan kasusnya dulu nanti. Kalau memang tanpa bergejala ini banyak, kita tambah waktu
penggunaannya. Yang penting kita fokus dulu penanganan OTG ini,” ungkapnya.

Soal capaian vaksinasi di Batam yang masih 11 persen, Rudi mengatakan hal itu tergantung dari ketersediaan
vaksin.

Menurutnya, selama ini tidak ada masalah karena tenaga vaksinator dan penerima vaksin di Batam tersedia.

”Kalau sekarang dikasih misalnya 30 ribu, kita akan habiskan semua secepat mungkin. Asalkan ada vaksinnya,
kami tak ada masalah. Makanya saya minta pengiriman vaksin ini jangan pilih untuk kalangan tertentu. Kirim saja ke sini, maka akan kami habiskan,” tegasnya.

Terpisah, Asisten Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam, Yusfa Hendri, mengatakan, untuk pembiayaan pasien positif Covid-19 tanpa gejala akan ditanggung semua oleh Pemko Batam.

Saat ini, jumlah pasien positif tanpa gejala sudah mencapai ratusan orang. Pasien tidak perlu khawatir untuk pembiayaan selama perawatan.

Ia menjelaskan, pasien akan mendapatkan makan tiga kali dalam sehari. Selanjutnya, pasien juga mendapatkan
obat-obatan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Pihaknya juga menyiapkan dokter di lokasi isolasi mandiri di Asrama Haji Batam. Pasien yang merasakan perubahan kesehatan, bisa menemui dokter yang sudah ditugaskan di lokasi tersebut.

Tenaga medis juga sudah disiapkan untuk menangani pasien yang ada di lokasi isolasi mandiri.

”Semua lengkap di sana. Tenaga medis kita ada juga, kalau ada keluhan langsung temui dokter, karena pasien
yang dihadapi tidak sedikit. Jadi kalau urgen dan butuh perawatan, langsung temui dokter yang ada di sana,” katanya.

Selain itu, pasien positif juga diajak berolahraga setiap pagi untuk meningkatkan imun tubuh guna mempercepat
pemulihan.

Adapun, pemisahan lokasi karantina pasien positif tanpa gejala atau yang bergejala ringan, karena penanganan bagi golongan pasien tersebut memang tidak bisa diklaimkan lagi ke pemerintah pusat.

Untuk itu, pemerintah daerah mengambil biaya perawatannya dari APBD.

”Tujuan pemisahan pasien OTG ini karena untuk menekan angka penyebaran. Soalnya kalau di rumah, dikhawatirkan
malah menyebar ke anggota keluarga lainnya,” beber mantan Kepala Bagian Humas Pemko Batam itu.

Mengenai pelayanan tenaga medis, Yusfa mengatakan, hampir semua rumah sakit melayani pasien positif.

Ia khawatir jika ada penambahan pasien yang berkelanjutan, ketersediaan ruang perawatan dan tenaga medis juga terdampak.

”Harapan kita pasti angka kesembuhan semakin tinggi, sehingga Batam kembali ke zona hijau,” katanya.

Mengenai batas waktu penggunaan Asrama Haji, mantan Kepala Dinas Perhubungan Batam tersebut mengaku belum tahu sampai kapan.

Hal itu, kata dia, juga bergantung dengan perkembangan kasus Covid-19 nanti.

Seperti diketahui, diperkirakan dalam waktu dekat ini pelaksanaan ibadah haji juga akan segera dimulai. Selama ini, Asrama Haji Batam menjadi bagian dari proses embarkasi dan debarkasi jemaah haji.

Namun, tahun lalu Asrama Haji tak digunakan karena tak ada pemberangkatan ibadah haji akibat pembatasan oleh pihak Arab Saudi.

”Belum ada informasi. Sepertinya tidak ada musim haji tahun ini. Namun, kalau ada informasi terbaru, nanti akan dirapatkan juga sebab sampai saat ini kami belum terima soal haji,” terangnya.(jpg)

Update