batampos.co.id – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Sagulung memastikan tak ada pasar kaget yang beroperasi secara bebas dalam beberapa waktu ke depan. Ini merupakan bagian dari penegakan Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 22 Tahun 2021 dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 di Kota Batam.
Selain pasar kaget, kafe, rumah makan, pusat kuliner dan pusat keramaian lainnya, juga diawasi secara ketat agat tidak menimbulkan kerumunan massa.
”Selama dua pekan ke depan, akan kita awasi secara serius. Sudah empat hari berjalan dan fokus sementara di pasar kaget,” ujar Kasi Trantib Kecamatan Sagulung, Jamil, Kamis (27/5).
Seperti diketahui, pasar kaget cukup menjamur di wilayah Kecamatan Sagulung dan Batuaji. Pasar kaget beroperasi tanpa pengawasan sehingga berisiko menimbulkan penyebaran Covid-19.
Kemudian, pihak kecamatan menginstruksikan untuk tutup sementara waktu sampai keadaan kembali membaik. ”Intinya, semua pusat keramaian tak boleh menimbulkan kerumunan massa,” ujarnya.
Kebijakan membatasi jam operasional tempat makan, baik itu kafe, restoran dan tempat nongkrong maupun pusat keramaian dan perbelanjaan, sesuai Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 22 Tahun 2021. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19 yang kasusnya terus menanjak dalam beberapa bulan terakhir.
Penerapan regulasi itu juga dilakukan demi mempertimbangkan keselamatan bersama, sehingga masyarakat diimbau tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan keramaian.
Pemerintah juga membatasi jam operasional untuk pusat perbelanjaan restoran, rumah makan, kedai kopi, kafe, bar, sampai pukul 21.00. Kemudian, bagi para pelaku usaha, juga wajib menjalankan protokol kesehatan, seperti menyemprotkan disinfektan secara rutin dan berkala, menyediakan alat pengecek suhu tubuh, memakai masker dan menyediakan tempat cuci tangan. (*/jpg)