batampos.co.id – Fasilitas perawatan dan isolasi terpadu bagi pasien Covid-19 dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) di Asrama Haji Batam, dinilai sangat minim dan perlu peningkatan.

Selain itu, dokter dan tenaga kesehatan yang berjaga juga sangat sedikit, sedangkan pasien yang dirawat ratusan orang.

Hal lain yang juga dikeluhkan pasien positif Covid-19 di lokasi tersebut, yakni jarak tempat tidur atau ranjang yang
sangat berdekatan dan kurang dari 1 meter.

Terlebih, dalam satu kamar yang cukup sempit, diisi sekitar 4 orang.

“Kondisi kamar yang penuh membuat saya semakin sesak. Apalagi jarak antara satu tempat tidur sangat dekat,” ujar
AM, salah satu pasien yang tengah dirawat di Asrama Haji, kemarin, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos

Para tenaga medis saat menangani pasien Covid-19 di Asrama Haji Kota Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Menurut dia, sejak dirawat beberapa hari yang lalu, kondisi mentalnya tidak stabil. Sebab, harus satu kamar dengan
pasien Covid-19 yang memiliki gejala. Sedangkan, dia sendiri dirawat tanpa gejala atau OTG.

“Saya makin stres di sini, malah saya berharap karantina mandiri saja. Tengok saja, kondisi toilet juga jorok,” imbuh
pria berusia 40 tahunan ini.

Sementara DN, pasien lainnya, sempat merasa tidak nyaman dirawat di sana. Namun, setelah beberapa hari, ia mulai menyesuaikan diri, meski jarak tempat tidurnya dengan pasien lain tak sampai satu meter.

“Nyamannya biasa saja, cuma tak ada selimut di sini,” terangnya.

Dikatakan DN, untuk jumlah perawat dan dokter yang berjaga memang sangat minim, jika dibandingkan pasien yang dirawat. Namun, untuk respons pelayanan, menurutnya ramah dan cepat tanggap.

“Dari awal masuk memang dibilang kalau jumlah perawat tak banyak. Tapi mereka ramah dan cepat tanggap,” katanya.(jpg)