Jumat, 24 April 2026

Puluhan Nyawa Melayang Akibat Covid-19

Berita Terkait

batampos.co.id – Provinsi Kepulauan Riau sedang dalam kondisi mengkhawatirkan. Saat ini penyebaran Covid-19 semakin masif di tujuh kabupaten/kota. Selain itu puluhan orang dikonfirmasi meninggal dalam sepekan lalu disebabkan terpapar Covid-19.

Berdasarkan data Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Kepri terhitung dari 23 Mei 2021 sampai 29 Mei 2021 sebanyak 1.929 orang. Sedangkan angka kematian yang disebabkan virus tersebut dalam periode yang sama sebanyak 34 kasus.

Per tanggal 29 Mei 2021 total konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Kepri tembus pada angka 16.371 kasus. Adapun kasus aktif sebanyak 2.722 kasus. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 13.299 orang. Untuk angka kematian tercatat sebanyak 350 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Moch. Bisri mengatakan, saat ini sebaran kasus Covid-19 di Kepri terus-menerus bertambah, salah satu pemicu ialah masuknya varian baru Covid-19 B117 dari Inggris. Menurutnya, berdasarkan laporan dari Puslitbang Kementerian Kesehatan (Kemenkes), varian baru tersebut secara resmi sudah terdeteksi di Kepri, khususnya Batam.

”Varian baru ini penularannya lebih cepat, makanya berpengaruh besar terhadap peningkatan kasus Covid-19 di Kepri” ujar Bisri, kemarin.

Dijelaskannya, lonjakan kasus Covid-19 di daerah ini juga bersumber dari klaster pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarga. Oleh karena itu, Bisri mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi kontak langsung, dan menghindari berpergian bila tak ada keperluan.

”Kita harus bahu-membahu melawan pandemi Covid-19. Tanpa dukungan masyarakat, upaya yang dilakukan pemerintah tak akan berhasil,” jelas Bisri.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan, proses tracing tidak boleh kendor. Menurutnya, meningkatnya kasus belakangan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, saat ini semua fasilitas kesehatan fokus untuk melayani proses vaksinasi.

Karena Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas, kondisi tersebut berdampak pada penanganan Covid-19. Persoalan inilah yang menimbulkan keluhan dari masyarakat. “Karena fokus terhadap vaksinasi, tracing menjadi terabaikan. Jika terus dibiarkan, kondisi ini akan berdampak pada bertambahnya kasus. Karena tracing dari petugas sudah kendor,” ujar Rudy Chua.(*/jpg)

Update