Selasa, 21 April 2026

Muncul Mutasi Covid-19, Vaksinasi Tak Cukup Melindungi

Berita Terkait

batampos.co.id – Vaksinasi saja tak cukup melindungi tubuh dari Covid-19. Masyarakat tetap harus patuh dengan protokol kesehatan karena reinfeksi atau infeksi berulang masih tetap ada kemungkinannya. Apalagi, kini mutasi virus kian bermunculan.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, perlu diingat bahwa vaksinasi saja belum cukup memberi perlindungan prima dalam mencegah penularan. Salah satunya dengan tetap memakai masker.

“Karena seluruh jenis pengendalian Covid-19 saling melengkapi, dan tidak bisa berdiri sendiri dan dijalankan dalam waktu bersamaan. Indonesia saat ini masih memfokuskan pada kelompok rentan terpapar Covid-19,” katanya secara daring baru-baru ini.

Karena itu juga, kata dia, untuk vaksin terhadap anak-anak belum diutamakan mengingat di tingkat dunia sebagian merk vaksin belum sepenuhnya diuji pada kategori pada anak-anak. Saat ini Indonesia fokus kelompok rentan, dan secara statistik didominasi usia 18 tahun. “Hal ini untuk memperlambat laju penularan,” lanjutnya.

Lalu, perkembangan terbaru dari hasil Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mengukur mutasi virus, per 25 Mei 2021, ada sebanyak 1.744 WGS yang dikumpulkan ke bank data GISAIDM, dimana sebanyak 1.711 diantaranya sudah selesai dilakukan.

Sedangkan untuk varian of concern yang terdeteksi ialah jenis B117 sebanyak 16 kasus, varian B1617+ sebanyak 27 kasus, varian B1351 sebanyak 2 kasus dan varian B1525 sebanyak 1 kasus.

Menurutnya, masyarakat sebaiknya tidak fokus terhadap penemuan varian virus. Melainkan adanya data terbaru hasil WGS dijadikan upaya meningkatkan kewaspadaan dengan semakin mematuhi protokol kesehatan.

“Adanya varian baru tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan. Karena dapat berujung pada melemahkan imunitas diri,” kata Prof Wiku.(jpg)

Update