Senin, 4 Mei 2026

Kata Wakil Wali Kota Batam Terkait Keluhan Pasien Covid-19 di Asrama Haji Batam 

Berita Terkait

batampos.co.id – Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam mengambil langkah terkait keluhan pasien positif Orang Tanpa Gejala (OTG) yang saat ini dirawat di Asrama Haji Batam.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, secara rutin pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas medis di Asrama Haji, termasuk penanganan pasien yang saat ini masih menjalani masa perawatan.

“Mereka (pasien, red) mengeluhkan tempat isolasi serta tidak ada pemisah, baik pasien yang sudah lama dirawat dengan yang baru masuk,” kata Amsakar, Selasa (1/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Tim langsung melakukan evaluasi untuk menangani pasien. Kamar yang dulu berisikan delapan orang, sekarang dikurangi menjadi enam orang.

Solusi ini diambil agar pasien bisa menjaga jarak dan tidak bersentuhan, meskipun sesama pasien positif.

Para tenaga medis saat menangani pasien Covid-19 di Asrama Haji Kota Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Kebijakan ini guna menghindari terjadinya penggabungan pasien lama dan baru. Tim saat ini mengatur bagaimana pasien baru bisa satu kamar,

sehingga tidak ada interaksi dengan pasien yang tengah dalam masa perawatan.

“Jadi, skemanya diatur ulang. Pasien yang masuk di hari yang sama akan ditempatkan satu kamar. Jadi tidak ada kontak dengan pasien lama, yang bisa saja sudah mau sembuh atau tengah menunggu hasil swab kedua mereka,” jelasnya.

Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi sejak tempat isolasi mandiri terpusat ini dibuka Selasa, pekan lalu. Meskipun, karena pembatasan pasien dari delapan menjadi enam memengaruhi kapasitas tempat isolasi mandiri.

Asrama Haji awalnya memiliki kapasitas hingga 800 pasien, dengan kebijakan ini terjadi pengurangan kapasitas. Saat ini yang dirawat mencapai sekitar 554 pasien, dan masih menyisakan kurang lebih 200 tempat tidur.

“Jadi paling maksimal bisa menampung kurang lebih 50 pasien lagi, sedangkan angka kasus mencapai 100 lebih setiap harinya. Untuk itu, kita berharap masyarakat menjaga 5M agar bisa terbebas dari virus ini. Biar angka laju ini bisa dihentikan,” bebernya.

Amsakar menambahkan, kondisi terkini pasien di Asrama Haji dalam keadaan baik. Terdapat 77 pasien yang menunggu hasil test swab.

Menurutnya, jika semua positif, artinya kapasitas yang ada saat ini tidak mampu, kecuali ada pasien yang sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan.

”Jadi sistem in and out. Ada yang pulang maka diisi pasien baru. Kendati demikian, Bapelkes dan Sport Hall Temenggung Abdul Jamal sudah disiapkan untuk antisipasi lonjakan pasien di Asrama Haji. Mudah-mudahan penanganan yang kami lakukan ini bisa mengendalikan penyebaran pastinya,” tutup Amsakar.(jpg)

Update