batampos.co.id – Pasien Covid-19 yang tengah diisolasi terpadu di Asrama Haji Batam, mengeluhkan minimnya tindakan perawatan untuk penyembuhan.
Selama di sana, pasien tidak dibekali dengan obat antivirus, namun hanya diberi vitamin.
Mirisnya, pasien wajib pulang setelah 10 hari dirawat, meski masih positif Covid-19. Salah satu pasien yang tengah dirawat, sebut saja Awan, mengatakan, selama diisolasi di Asrama Haji mereka hanya dibekali dengan vitamin. Sedangkan untuk obat antivirus, sama sekali tak pernah diberikan.
“Cuma vitamin diberi sekali sehari. Obat antivirus malah tak ada sama sekali. Untuk makan aman, namun penanganan untuk sembuh itu yang minin,” jelas Awan, Selasa (1/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Menurut dia, minimnya penanganan untuk pasien Covid-19, diduga jadi penyebab masih banyaknya pasien yang positif, meski sudah seminggu dirawat. Sebab, berdasarkan hasil swab, dari 90 pasien, hanya 16 yang hasilnya negatif.
“Selebihnya masih positif, padahal sebelum dikarantina di Asrama Haji, sejumlah pasien telah menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Tapi setelah dirawat mereka masih tetap positif,” terangnya.
Ia menduga, tak maksimalnya penanganan untuk penyembuhan pasien positif Covid-19 menjadi penyebab lambatnya proses penyembuhan pasien Covid. Berbeda dengan perawatan di rumah sakit yang pastinya mendapat obat antivirus.
“Keluhan (sakit) teman yang lain hampir sama dengan saya, tapi dia dirawat di rumah sakit. Di sana dia dapat obat anti virus, sedangkan di sini cuma vitamin,” jelas Awan lagi.
Tak hanya itu, lanjut Awan, pasien yang telah menjalani perawatan 10 hari wajib pulang meski masih positif Covid-19.
Mirisnya, mereka tak dibekali apapun selain disuruh karantina mandiri.
“Berarti sama saja mereka membiarkan orang yang masih memiliki virus berkeliaran. Sebab, pengawasan di rumah pastinya tak ada,” tegas Awan.(jpg)
