batampos.co.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan bahwa merek vaksin yang digunakan di Indonesia yaitu Sinovac dan Sinopharm masuk daftar vaksin yang diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Saya senang hari ini ketika ada dua vaksin kita yang selama kita bekerja keras sudah masuk list WHO yaitu Sinovac, Sinopharm,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Rabu (2/6).
Erick berharap, diakuinya dua jenis vaksin tersebut oleh WHO dapat menambah kepercayaan masyarakat bahwa vaksin tersebut aman digunakan. “Sehingga tadi rakyat merasa aman yang selama ini mempertanyakan ini belum masuk-masuk, Alhamdulillah sudah,” ucapnya.
Selain itu, lanjutnya, dengan masuknya vaksin dalam daftar list WHO diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan baik di dalam maupun ke luar negeri. Namun, hal ini perlu sinkronisasi antarkementerian dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kemenerian Luar Negeri (Kemenlu).
“Tentu itu sendiri pasti ada pihak-pihak yang harus disinkronisasikan,” katanya.
Erick melanjutkan, meskipun vaksin impor yang digunakan secara mayoritas tersebut sudah diakui oleh lembaga kesehatan dunia. Namun pemerintah juga terus berupaya untuk mengembangkan vaksin sendiri yaitu vaksi Merah Putih.
“Hari ini kan ada dua platform yang sedang kita terus coba lakukan penilitian dan mulai praklinik secara bertahap, ada Eijkman dan ada dari Unair (Universitas Airlangga) kemarin,” pungkasnya.(jpg)
