Senin, 19 Januari 2026

Di Tanjungpinang, Ada Guru Menolak Divaksin

Berita Terkait

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang memberikan sosialisasi kepada sejumlah guru dan tenaga pendidik yang menolak untuk divaksin dengan mendatangkan petugas kesehatan dan ustaz.

Tujuannya untuk menjelaskan terkait kegunaan vaksin untuk kesehatan serta penjelasan dari segi keagamaan. Vaksinasi seluruh guru dan tenaga pendidik juga merupakan salah satu persyaratan untuk sekolah yang akan membuka sekolah tatap muka yang direncanakan pada 12 Juli 2021 mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdik Kota Tanjungpinang, Mulia Wiwin menjelaskan sosialisasi itu dilakukan karena ada sebagian kecil guru dan tenaga pendidik di Tanjungpinang yang menolak untuk divaksin dengan cara membuat surat pernyataan, namun tidak dengan alasan yang tepat.

“Mereka membuat surat pernyataan berupa penolakan. Tapi penolakan yang mereka lakukan itu tidak berdasar,” kata Wiwin, di Aula SMPN 4 Tanjungpinang, Rabu (2/6).

Yang bisa menolak untuk divaksin, lanjut Wiwin, mereka yang mempunyai riwayat kesehatan yang tidak boleh menerima vaksin, sementara para guru dan tenaga pendidik yang menolak tidak berdasarkan kriteria tersebut.

“Kami datangkan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menjelaskan secara jelas dan ustaz memberi penjelasan dari segi agama. Saya yakin semua agama juga mendukung pelaksanaan vaksin,” ungkapnya.

Berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri, bahwa semua guru dan tenaga pendidik wajib menerima vaksin sebelum sekolah tatap muka dibuka. Jika tidak maka siswanya disarankan untuk belajar di rumah.

Wiwin menyebutkan sebanyak 52 orang guru yang membuat surat pernyataan penolakan berasal dari TK, SD, dan SMP. Sekitar 300 orang yang masih ditunda untuk divaksin dengan alasan kesehatan, kemudian 300 orang tanpa keterangan.

“Sosialisasi ini kita lakukan bertahap. Ini bisa disampaikan secara berantai disampaikan kepada guru dan tenaga pendidik lainnya yang belum divaksin,” harapnya.

Dalam surat penolakan itu isinya juga bervariasi. Wiwin menjelaskan ada guru yang takut dan membuat dalil-dalil dari segi agama. “Karena saya tidak punya kapasitas menjelaskan, makanya saya hadirkan narasumber yang memang pada bidangnya,” tambah Wiwin. (*/jpg)

Update