Kamis, 23 April 2026

Dicari, Relawan Tenaga Medis untuk di Tempatkan di Asrama Haji Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam butuh relawan tenaga medis untuk kategori perawat, analis laboratorium dan dokter umum.

Jumlahnya sekitar 73 orang dan nantinya akan ditempatkan di Asrama Haji Batam untuk menangani pasien Covid-19 tanpa gejala yang menjalani karantina terpadu.

Perekrutan relawan ini sudah disampaikan ke publik dan sudah ada lima dokter umum yang bersedia menjadi relawan.

”Petugas medis RSUD bertanggung jawab juga dengan warga yang di Asrama Haji, jadi butuh tenaga relawan sekitar 73 orang,” ujar Wakil Direktur RSUD Embung Fatimah Batam, Sri Rupiati, Rabu (2/5/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Syarat untuk menjadi relawan di antaranya, memiliki surat tanda registrasi (STR) di masing-masing bidang dan berusia maksimal 35 tahun.

Saat ini, untuk Asrama Haji Batam, RSUD menempatkan lima petugas medis untuk setiap sif, dengan total dalam sehari terdapat empat sif.

Para tenaga medis saat menangani pasien Covid-19 di Asrama Haji Kota Batam. RSUD Embung Fatimah Batam butuh relawan tenaga medis untuk kategori perawat, analis laboratorium dan dokter umum. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Adapun, lima petugas ini terdiri dari satu dokter dan empat perawat.

Jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi sehingga butuh banyak relawan untuk menangani pasien dan mereka yang menjalani proses karantina.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan, hingga Selasa (1/6/2021) lalu, ada 554 pasien OTG yang dikarantina di Asrama Haji.

Semuanya, kata dia, dalam pemantauan pemerintah demi mempercepat penanganan Covid-19 dan menghentikan penularan.

”Sebelumnya kita perbolehkan karantina mandiri di rumah. Tapi, sekarang semua dipusatkan di Asrama Haji,” katanya.

Di lokasi karantina yakni Asrama Haji Batam, semua kebutuhan makan dan perawatan ditanggung pemerintah.

Bahkan, pasien diberi jadwal istirahat, makan, hingga berolahraga. Ia mengatakan, pemerintah juga menempatkan tenaga kesehatan (nakes) yang akan melayani para pasien
yang membutuhkan layanan medis.

”Semua kami siapkan. Ini bentuk kehadiran pemerintah dalam menangani Covid-19,” katanya.(jpg)

Update