batampos.co.id – Berdasarkan data BPS 2020, saa ini total penduduk Indonesia berjumlah 270 juta jiwa. Di mana seperempatnya merupakan generasi muda dan mereka berperan strategis untuk pembangunan SDM di masa yang akan datang.
Akan tetapi, generasi muda saat ini masih menghadapi tantangan serius yang dapat menghancurkan masa depan mereka, yakni perilaku seksual berisiko seperti seks pranikah, prostitusi yang rentan terinfeksi HIV/AIDS.
Untuk itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Femmy Eka Kartika Putri mengatakan, perilaku seksual yang berisiko pada generasi muda perlu mendapatkan perhatian khusus.
Ia membeberkan, data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 mengungkapkan, di antara wanita dan pria yang telah melakukan hubungan seksual pra nikah 59 persen wanita dan 74 persen pria melaporkan mulai berhubungan seksual pertama kali pada umur 15-19 tahun.
“Sangat memprihatinkan untuk masa depan pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Karena itu, sangat penting dilakukan pencegahan bagi pemuda agar tidak melakukan perilaku berisiko itu,” tutur dia dalam keterangannya, Kamis (3/6).
Kata dia, pencegahan bisa dilakukan melalui sosialisasi yang dilakukan oleh kementerian dan lembaga yang membidangi urusan pemuda. Kemendikbudristek bisa memberikan sosialisasi pada pemuda dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.
“BKKBN yang berkaitan dengan keluarga juga mesti punya program sosialisasi terkait bahaya perilaku berisiko dan bahaya HIV/AIDS. Kemenpora juga harus punya program untuk mencegah perilaku berisiko pada pemuda,” jelas dia.
Kementerian dan lembaga terkait bisa memfokuskan program-programnya untuk mencegah perilaku berisiko pada pemuda sampai pelosok sekalipun. “Menurut saya ini harus kelihatan betul fokus. Jangan kemana-mana. Yang penting adalah pencegahannya,” tambah dia.
Selain oleh pemerintah melalui kementerian dan lembaga, Femmy juga meminta organisasi non pemerintah yang berkaitan dengan kepemudaan ikut berkontribusi dalam pencegahan perilaku berisiko pada pemuda.
“Nantinya kita akan buat rancangan khusus untuk rencana kerja nyata kita yang akan dilaporkan kepada Bapak Menko PMK,” pungkasnya.(jpg)
