Kamis, 23 April 2026

Vaksinasi Lamban, Menkeu Khawatir Ekonomi 2022 Masih akan Terganggu

Berita Terkait

batampos.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku khawatir pemulihan ekonomi terhambat karena rendahnya realisasi vaksinasi dan kenaikan kasus pascalibur Lebaran. Sehingga, dia memperirakan 2022 mendatang perekonomian nasional masih diselimuti oleh krisis kesehatan.

Ia memaparkan, pelaksanaan vaksinasi baru mencapai 300 ribu per hari. Meskipun dibandingkan sebelum Lebaran ada peningkatan, namun masih jauh dari target 1 juta per hari untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) tahun depan.

“Ini berarti kalau kita bicara 2022, kalau ini (vaksinasi) tidak terkejar, maka akan terjadi dampak. Karena berarti Covid-19 masih akan terjadi elemen yang menentukan juga,” kata Sri Mulyani dalam rapat kerja pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (2/6).

Sri Mulyani melanjutkan, pergerakan pertambahan kasus baru Covid-19, di beberapa daerah masih cukup besar setelah libur Lebaran. Misalnya di beberapa daerah di luar Pulau Jawa.

“Terutama di Sumatera dan Kalimantan kenaikannya cukup pesat. Kita lihat Riau kasus hariannya itu kurvanya tajam sekali. Aceh, Sumbar, Kalimantan Barat juga menunjukkan kenaikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kasus harian pun masih mencapai ribuan orang. “Sekarang di 5.797 kasus harian. Wisma Atlet keterisiannya dari 15 persen terendah yaitu bulan Mei awal, sekarang sudah 33,6 persen. Harus kita betul-betul waspadai,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk mencegah penularan Covid-19, kebijakan pengetatan bisa kembali diterapkan. Namun tentu ini akan berdampak pada aktivitas ekonomi.

“Bisa terjadi kondisi seperti Maret lalu, dimana harus pengetatan lagi dan akan mempengaruhi kegiatan ekonomi dan proyeksi ekonomi,” pungkasnya.(jpg)

Update