Kamis, 23 April 2026

Perhotelan di Batam Kembali Terpuruk

Berita Terkait

batampos.co.id – Bisnis perhotelan di Batam kembali anjlok pasca melonjaknya kasus Covid-19. Jika dirata-rata pendapatan hotel di Batam berada di bawah 20 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam, Muhammad Mansyur, mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 sangat berdampak pada bisnis perhotelan.

Apalagi untuk hotel-hotel kecil dan yang tidak masuk dalam daftar hotel untuk karantina.

”Pastinya sangat berdampak. Terutama untuk hotel yang tidak ditunjuk untuk karantina,” ujarnya seperti yang diberitakan Harian Batam Pos edisi Jumat (4/6/2021).

Dampak pandemi juga membuat beberapa hotel beralih manajemen ke pihak lain. Sebab rata-rata pendapatan hotel di Batam sangat minim, terutama pascalebaran karena kasus Covid-19 melonjak.

”Rata-rata dibawah 20 persen. Gimana mau survive, MICE (meetings, incentives, conferencing, exhibitions) sudah nggak boleh,” keluh Mansyur.

Menurut dia, saat ini pihak hotel mencoba bertahan dengan kondisi pendapatan yang minim.

Di antaranya dengan mengefesiensikan berbagai hal, termasuk pengeluaran hotel.

”Sampai saat ini, saya belum ada dapat laporan hotel tutup bertambah, tapi itu tak menutup kemungkinan terjadi jika kondisi tambah parah,” tuturnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah terutama tim gugus tugas bisa benar-benar melakukan pengawasan terhadap kondisi Covid-19.

Terutama dalam menelusuri penyebab kembali tingginya angka Covid.

”Tracing kasus harus jelas, sehingga diketahui pasti klasternya dari mana. Sebab sudah diprediksi habis Lebaran kasus ini meningkat, meski ada larangan mudik,” jelasnya.

Di sisi lain, ia berharap juga bisa mendapat stimulus dari pemerintah. Terutama dalam memberi keringanan pajak dan lainnya.

”Untuk keringanan pajak sudah diajukan sebelum puasa kemarin, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan. Padahal besar harapan kami dapat keringanan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Kota Batam, Ardiwinata, membenarkan kondisi bisnis perhotelan yang masih down.

Namun, ia yakin manajemen hotel punya cara untuk bisa tetap bertahan.

”Kondisi perhotelan fluktuatif. Tapi yakin, manajemen hotel sudah punya trik untuk bisa tetap beroperasi,” kata Ardi.

Di antaranya menjadi penyuplai makanan, sehingga ada pemasukan. Dan banyak hal lainnya yang bisa dilakukan pihak hotel.

”Sampai hari ini belum ada dengar juga hotel yang tutup dan dirumahkan karyawannya. Karena memang kondisi ini sudah disiasati oleh hotel,” sambung Ardi.(jpg)

Update