batampos.co.id – Varian baru virus Covid B117 telah terdeteksi di Kota Batam. Satu orang pasien telah terKonfirmasi terpapar dan tidak menutup kemungkinan sudah menyebar karena sifat varian baru ini lebih cepat menular.
”Varian virus ini wajib diwaspadai mengingat faktor penyebab kematiannya cukup tinggi,” ujar Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas I Batam, Budi Santosa, usai menyerahkan alat pembasmi wabah di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Jumat (4/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Ia juga membenarkan ada satu pasien varian baru yang terdeteksi di Batam dan hingga saat ini masih dalam perawatan.
”Pasiennya masih dalam perawatan,” ujarnya.
Satu pasien terkonfirmasi varian B117 terungkap setelah hasil pemeriksaan sampel dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) RI diterima BTKL Batam.
”Varian baru B117 ini yang kita waspadai. Wabah ini pertama kali ditemukan di Inggris hingga bermutasi,” ujar Budi.
Satu orang di Batam yang terkonfirmasi terinfeksi varian baru virus corona ini, sudah dilakukan tracing satu keluarga yang berjumlah enam orang.
”Di Batam baru satu, sementara untuk secara nasional sudah banyak,” tuturnya.
Adapun virus B117 diketahui efek ke tubuh akan lebih cepat menular dan menyebar.
”Kalau dibanding yang lain, jenis baru ini lebih cepat menular dan menyebar,” tegas Budi lagi.
Dikatakan Budi, BTKLPP Kelas I Batam belum memiliki alat pemeriksaan virus B117. Alat pemeriksaan sampel yang bertujuan untuk melihat jenis varian dari sampel Covid-19 meliputi whole, genome, dan sequensing yang berfungsi untuk memetakan varian dari sampel Covid-19.
”Yang punya baru Jakarta. Sampel kita kirim 9 April lalu,” kata Budi.
Di tempat terpisah, Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam, Asep Zaenal Mustofa, mengatakan, Bapelkes Batam memiliki fungsi berbeda. Bapelkes merupakan unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan dalam bidang pelatihan tenaga kesehatan.
Asep mengatakan, pemeriksaan sampel varian baru Covid-19 di Bapelkes, sepenuhnya menjadi tugas dan pokok dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.
Hal ini mengingat baru Balitbangkes yang memiliki alat itu.
”Memang prosedurnya seperti itu, setiap sampel yang masuk akan dikirim ke Balitbangkes untuk diuji,” katanya.(jpg)
