Jumat, 17 April 2026

Kasus Covid-19 Dekati 10 Ribu, Wali Kota Tak Mau Batam Lockdown

Berita Terkait

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, berharap gelombang ketiga penambahan kasus Covid-19 di Kota Batam merupakan yang terakhir. Jumlah warga yang terpapar untuk saat ini sudah mencapai angka 9.895 kasus, dengan total yang dirawat 924 orang.

Adapun, pada Jumat (4/6) ada 180 pasien positif Covid-19, dan Sabtu (5/6) tercatat ada 122 orang positif Covid-19. Sudah sejak awal tahun ini, perkembangan kasus terus naik, dan tidak pernah turun sampai sekarang.

”Semua berharap ini gelombang terakhir. Karena sudah cukup lama, dan saya rasa semua juga sudah mulai lelah dengan Covid-19 ini,” kata dia, Minggu (6/6).

Perkembangan kasus yang mengalami peningkatan, belum sebanding dengan tingkat kesembuhan yang akumulasinya masih di bawah kasus positif. Bahkan, angka kematian yang selama ini cukup stagnan, lambat laun ikut bertambah.

Padahal, tepat satu tahun lalu, Batam berhasil menekan kasus, bahkan dalam kurun waktu tertentu tidak ada penambahan kasus. ”Juni (tahun) lalu kita sangat baik. Bahkan kasus waktu itu hanya sisa puluhan saja yang dirawat. Namun, dengan adanya new normal (dimulai 15 Juni 2020), masyarakat abai dan kasus kembali meningkat sampai sekarang,” ujarnya.

Untuk menghentikan gelombang pandemi ini, pihaknya sudah berupaya meningkatkan disiplin seperti mengatur jam operasional tempat usaha, memberlakukan sanksi bagi pelanggar, mengambil pasien OTG dan merawatnya secara terpadu di Asrama Haji dalam upaya pengendalian penyebaran. Sedangkan untuk sektor pendidikan, sudah belajar dari rumah atau work from home (WFH).

”Bersama Pak Dandim dan Pak Kapolres, kami terus turun dan memastikan aturan ini berjalan. Tempat usaha mulai patuh, sekarang tinggal masyarakatnya lagi. Bahkan, denda perorangan sudah diterapkan kembali. Sudah semua saya pikir. Walaupun saya bilang sudah tidak bisa main-main lagi, nyatanya kasus belum terbendung juga,” imbuhnya.

Terkait lockdown, Rudi menyatakan tidak bisa memberlakukan hal ini di Batam. Banyak pertimbangan terkait sektor industri dan pemulihan ekonomi di masa pandemi. Tidak menutup tempat usaha, pemerintah hanya mengatur agar tidak ada keramaian, dan meminta layanan tidak makan di tempat.

”Kalau ditutup, dampaknya akan lebih dari ini. Bisa tidak bergerak Batam ini,” sebutnya. (*/jpg)

 

Update