batampos.co.id – Seluruh Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Batam diminta menghentikan operasionalnya selama satu minggu ke depan. Penghentian ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas di Kota Batam.
Ketua Forum Pengusaha Kampung Bule Famili (FPKBF), Icha Jun, mengatakan, kebijakan untuk menutup THM selama satu minggu ini seharusnya dimulai dengan pendekatan dari pihak terkait.
Sehingga, dalam kebijakan yang diambil telah didiskusikan terlebih dulu antara pengusaha dan pemerintah.
”Jangan seperti sekarang, menurut saya seperti kucing-kucingan juga. Ada yang buka dan ada yang tak buka. Jadi ada juga rasa kecemburuan sosial,” ujarnya, Minggu (6/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos edisi Senin (7/6/2021).
Untuk itu, Pemko Batam seharusnya mengundang seluruh pengusaha tempat hiburan untuk mencari solusi dan berjalan bersama dalam menekan perkembangan Covid di Batam.
Sebab, kasus Covid ini tak bisa diprediksi kapan akan selesai karena penularannya dari satu orang ke orang lain.
”Kita setiap hari ketemu dengan manusia lain. Jadi susah mau membatasinya atau mengatasinya. Kecuali sebagian besar divaksin. Tapi belum tentu menggaransi berkurangnya (virus) corona, karena yang sudah divaksin juga bisa kena,”
tuturnya.
Dengan adanya kerja sama antara pengusaha tempat hiburan dan Pemko Batam dalam menekan laju perkembangan Covid-19, ke depannya tempat usaha hiburan di Batam masih bisa berjalan dan laju perkembangan Covid-19 juga bisa ditekan.
Sebab, jika pengusaha tidak dilibatkan, setiap bulan pasti akan ada tempat usaha yang tutup secara permanen.
”Hitungan setiap bulan akan ada yang tutup dan bangkrut. Karena tidak bisa menutup lagi operasionalnya karena Covid-19 sudah setahun lebih. Kalau kayak gini, sama saja mematikan perekonomian,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyayangkan penegakan aturan yang dilakukan di lapangan tak sesuai dengan surat edaran. Dimana, dalam surat edaran diminta untuk menutup pukul 21.00 WIB, namun pukul 20.00 WIB sudah diminta tutup oleh Tim Terpadu.
Kemudian juga, penutupan THM selama seminggu ini juga tidak adanya pemberitahuan dari Pemko Batam.
”Tolong kami dihargai. Itu sama saja mematikan usaha. Makanya berseberangan terus antara kami dengan mereka. Alangkah baiknya diundang semua pelaku pariwisata di Batam ini, duduk bareng bagaimana bagusnya. Kita buat tahapan bulan Juni harusnya bagaimana, Juli bagaimana dan jika angkanya naik bagaimana,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini masih banyak tempat hiburan yang masih buka seperti di kawasan Harbour Bay. Sementara, tempat hiburan yang berada di Kampung Bule saat ini sudah mematuhi edaran tersebut dengan menutup semua operasional.
”Tapi mulai malam ini (Minggu, red) kami mau buka. Karena semalam buka di Harbour Bay. Malah mereka lebih ramai. Sebenarnya kita tak cemburuan dengan pihak Harbour Bay dan meminta mereka tutup, tapi kita mau semuanya sama, berbarengan, kami saling mendukung,” imbuhnya.(jpg)
