batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam resmi membuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB) mulai Selasa (8/6/2021) ini.

Pendaftaran dibuka online atau daring melalui website, http://ppdbbatam.id/. Orangtua bisa langsung mengakses
pranala atau link tersebut dari rumah.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan, setiap sekolah menyiapkan dua hingga tiga operator untuk mengakomodir penerimaan siswa baru.

Operator bertugas untuk menerima berkas, serta melakukan verifikasi berdasarkan syarat yang sudah ditentukan.

”Operator sudah kami berikan pelatihan. Jadi nanti mereka langsung kerja terima berkas yang dikirimkan orangtua calon murid. Nanti akan dikirimkan kembali balasan jika berkas sudah diterima dan berhasil diverifikasi,” kata dia, Senin (7/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Tahun ini, pendaftaran dibuka dua jadwal, yakni SD dimulai hari ini dan SMP dimulai pekan depan.

Hal ini bertujuan menghindari gangguan saat pendaftaran. Orangtua bisa langsung menyiapkan akta lahir anak, KTP  orangtua, serta mengisi alamat rumah sebagai landasan untuk mengukur jarak rumah dari sekolah.

Hendri menyebutkan, ada tiga kategori yang dibuka untuk PPDB tahun ini. Pertama, untuk zonasi diberikan kuota sebesar 80 persen.

Nanti panitia PPDB akan menentukan siswa yang diterima berdasarkan jarak rumah ke sekolah.

Kedua, kategori afirmasi atau jalur tidak mampu 15 persen. Orangtua harus melampirkan bukti berupa kartu penerima bantuan, dan ketiga perpindahan orangtua 5 persen.

Penerimaan peserta didik baru dibuka online dan tidak ada penerimaan berkas di sekolah. Karena online, orangtua bisa mendaftar kapan saja dan di mana saja.

Waktu pendaftaran dibuka mulai tanggal 8-15 Juni. Penerimaan
sengaja dibuka lebih lama, agar orangtua tidak terburu-buru dalam mendaftarkan anaknya.

”Jadi tidak ada pengaruh sebenarnya kalau daftar hari ini atau besok, bahkan di hari terakhir nanti. Sebab, sistem yang akan menyeleksi mulai dari usia hingga jarak rumah,” jelasnya.

“Sehingga kalau nanti ada gangguan di hari pertama, tidak ada masalah itu, coba lagi di hari berikutnya. Pendaftaran dibagi dua agar bisa menghindari kemacetan saat orangtua login bersamaan dalam waktu yang sama,” katanya lagi.

Tahun ini, Disdik menyiapkan kuota 11.260 murid yang terdiri dari 314 rombongan belajar (rombel) untuk SDN, sedangkan SMPN tersedia daya tampung 10.836 siswa.

Hendri mengungkapkan, pihaknya sudah mengevaluasi PPDB tahu lalu, salah satunya kemampuan website dalam menerima berkas
pendaftaran.

Ia berharap, sistem atau server bisa berjalan dengan baik, dan tidak ada kendala terkait penerimaan.

Sementara itu, salah seorang orangtua calon murid, Murni, warga Batuampar, mengaku sudah jauh-jauh hari menyiapkan berkas untuk mendaftarkan anaknya masuk ke sekolah.

”Usianya sudah tujuh tahun, jadi mau didaftarkan sekarang biar langsung diterima,” katanya.

Meski digelar online, ibu tiga orang anak tersebut tetap mengaku antusias dan telah menyiapkan laptop untuk menunjang pendaftaran PPDB tersebut.

”Semoga bisa diterima dan server-nya lancar saja, karena biasanya kendala saat hari pertama daftar online itu server-nya sering down (mati),” ujarnya.(jpg)