batampos.co.id – Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang menangkap Samsul Arifin di Kaveling Lama, Punggur, Nongsa, Rabu (9/6) siang. Pria 22 tahun ini diamankan usai membunuh ibu mantan bosnya, Kui Hong, 60.

Dilansir Harian Batam Pos, pembunuhan itu dilakukan Arifin di rumah mantan bosnya, Edi Sugianto, di Perumahan Everfresh, Mitra Raya, Batam Kota, Senin (7/6) sekitar pukul 18.30 WIB.

”Di rumah itu cuma dia (korban Kui Hong, red) sendirian. Saya tahu kalau sore hari rumah itu sepi,” ujar Arifin di Mapolresta Barelang.


Arifin mengaku membunuh korban dengan cara mencekik di ruang tamu. Kemudian jasad korban diseret ke kamar dan diletakkan di kasur, serta ditutupi selimut.

”Memang sudah saya rencanakan (membunuh). Saya ke rumah itu pura-pura mengantarkan barang,” kata pria asal Pulau Rupat, Bengkalis ini.

Arifin menjelaskan, ia nekat membunuh korban karena sakit hati kepada mantan bosnya, Edi Sugianto. Pasalnya, ia sempat dipecat dari kerjaannya di PT Sheli Mulia Perkasha, Tunas Regency, Sagulung.

”Saya dikeluarkan, diusir dari tempat kerja. Jadi, saya dendam dengan mantan bos itu, jadi saya ingin kasih tahu ke dia (Edi Sugianto, red), gimana rasanya kehilangan,” ungkap warga Perumahan Marchelia ini.

Arifin mengaku bekerja di PT Sheli Mulia Perkasha sejak 2018. Ia bertugas sebagai kurir di toko bangunan dan suplier galangan tersebut. Kemudian, ia dikeluarkan karena datang terlambat dan mengantuk saat bekerja.

”Malamnya saya berjudi. Paginya ngantuk-ngantuk, jadi tidak fokus kerja,” katanya.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan, mengatakan, pembunuhan itu diketahui dari laporan pihak rumah sakit, Selasa (9/6) pagi. Dari laporan tersebut, diketahui korban tewas akibat kekerasan.

”Kita datang ke rumah duka untuk mencari informasi. Jasad korban kitra bawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi, lalu diketahui ada tindak pidana pembunuhan,” kata Andri.

Andri menegaskan, pihaknya berhasil menangkap pelaku dalam waktu kurang 24 jam setelah laporan dari pihak rumah sakit mereka peroleh. ”Dari hasil pemeriksaan, motif pelaku ini dendam,” ujarnya.

Atas pebuatannya, pelaku dijerat pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (*/jpg)