batampos.co.id – Guru ngaji, Heru Suciyanto, 58, terancam hukuman berat atas perbuatan cabulnya terhadap para anak muridnya. Dia bahkan bisa menghabiskan masa tuanya di balik jeruji besi.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan mengatakan, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Adapun hukuman maksimalnya mencapai 15 tahun.

“Pasal yang dilanggar adalah Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” kata Guruh kepada wartawan, Kamis (10/6).

Lebih lanjut, Guruh mengatakan, pelaku diduga melakukan pelecehan seksual kepada anak muridnya di tempat belajar mengajar. Total ada 5 korban yang sudah teridentifikasi dengan kisaran umur 7-9 tahun.

“Pelaku ini juga sudah melakukan pencabulan terhadap korban bervariasi, antara 2-4 kali perorang. Kemudian semua perbuatan tersebut dilakukan pada saat korban selesai belajar di tempat pelaku,” jelasnya.

Sebelumnya, aksi bejat dilakukan oleh seorang guru agama di Jakarta Utara Heru Suciyanto, 57. Dia diduga telah mencabuli muridnya sendiri.

Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengatakan, kini pelaku telah ditangkap jajaran PPA Polres Metro Jakarta Utara. Pelaku tertangkap di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. “Pelaku sudah diamankan,” kata Nasriadi saat dihubungi, Selasa (8/6).

Nasriadi menuturkan, kasus ini dilaporkan oleh warga dengan nomor laporan LP/B/333/VI/2021/SPKT. Laporan direrima Polres Metro Jakarta Utara pada 4 Juni 2021.

“Atas perintah pimpinan terkait laporan dimaksud viral yang ditangani oleh PPA Polres Metro Jakut maka terhadap dilakukan lidik karena terlapor sudah pergi dari TKP dan terlapor berhasil diketahui keberadaannya dan dilakukan penangkapan,” imbuhnya.

Sementara itu, Heru mengaku tega melakukan aksi bejat tersebut karena tak kuat menahan hawa nafsu. Dia mengaku, sudah lama tidak berjumpa dengan istrinya yang kini berada di Serang, Banten. Sehingga, kebutuhan batinnya tidak tersalurkan. Dia pun gelap mata, dengan memilih menjadi predator seksual. “Iya (lama nggak ketemu istri). Saya mungkin khilaf,” kata Heru.(jpg)