batampos.co.id – Kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam membatasi kegiatan masyarakat untuk mengendalikan Covid-19,
juga berdampak terhadap capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Jeksel Alexander Banik, mengatakan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir tahun mencapai 4,6 miliar.

”Kurang lebih sama dengan tahun lalu, karena masih dalam keadaan pandemi,” ujar Alex, Rabu (9/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Alex menjelaskan, pendapatan retribusi parkir sangat berkurang sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sebab, masyarakat dibatasi untuk beraktivitas di luar rumah.

”Pastinya (pandemi) sangat berpengaruh. Seperti, pukul 21.00 malam dilarang makan di warung, dan siang sering dirazia sama Pemko. Kadang (kendaraan) terlihat ramai yang parkir itu, (tapi) punya orang warung,” katanya.

Tahun lalu, titik parkir yang disurvei Dishub Batam mencapai 710 titik. Dengan rincian, 556 titik yang sudah dipungut. Sementara, 154 merupakan titik yang belum dipungut, karena keterbatasan juru parkir di lapangan.

Dari 556 kawasan tersebut, sedikitnya 183 adalah titik parkir mandiri, seperti Alfarmart atau Indomaret. Sedangkan 373 titik kategori on the spot (OTS) yang menggunakan jasa juru parkir.

”Harapan kita, parkir-parkir mandiri ini tetap buka. Karena mereka bayar per bulan, dan kita minta bayarnya tidak
setengah-setengah,” katanya.

Ia juga berharap, seluruh titik yang dikategorikan OTS tetap beroperasi. Sehingga, PAD dari retribusi parkir tahun
ini bisa tercapai.

”Tahun kemarin juga banyak yang menyurati kita dan melampirkan usaha dan parkirnya tutup. Semoga tahun ini tetap buka,” tutupnya.(jpg)