batampos.co.id – Vaksin AstraZeneca yang banyak digunakan di Kepri akan habis masa berlakunya (kedaluwarsa) pada akhir Juni ini. Namun, vaksin ini dipastikan masih aman digunakan sebelum masa kedaluwarsa tiba.

”Vaksin ini kan tidak sama seperti obat atau makanan. Masa berlakunya tidak tahunan, tapi hitungan bulan. Ada yang enam bulan, bahkan ada tiga bulan saja,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Muhammad Bisri, Selasa (8/6).

Dengan demikian, kata Bisri, walaupun hanya tinggal beberapa minggu saja masa berlakunya, vaksin AstraZeneca masih aman digunakan. Bahkan, setelah masa berlaku habis, vaksin masih bisa digunakan. ”Masih bisa, tapi ada batas toleransinya,” tuturnya.

Ia meminta masyarakat tidak termakan berita-berita palsu yang tersebar melalui grup-grup WhatsApp atau media sosial lainnya yang menyatakan vaksin berbahaya karena mendekati masa kedaluwarsa. ”Percayai informasi melalui saluran yang resmi, Pak Menteri Kesehatan, atau dari saya. Jangan termakan hoaks, yang penulis tak jelas siapa,” tegasnya.

Bisri mengaku terus meningkatkan animo masyarakat yang akan divaksin. Berbagai kemudahan diberikan, agar masyarakat mendapatkan vaksin. Ia juga mengaku pemerintah sudah membangun sentra-sentra vaksinasi. Sehingga masyarakat cukup datang ke sana dengan membawa KTP dan fotokopinya. ”Segera vaksin, agar terhindar dari virus ini,” tuturnya.

Bisri mengatakan, vaksin membuat seseorang menjadi kuat dan imun tubunya dapat melawan Covid-19. Vaksin jenis AstraZeneca dan Sinovac telah terbukti keampuhannya. Sejauh ini, lanjut Bisri, tidak ada efek negatif dari vaksinasi di Kepri. ”Paling demam-demam dikit saja,” ucapnya.

Vaksin yang digunakan, merupakan stok dari pengiriman beberapa waktu lalu dari Jakarta yang telah disebarkan ke seluruh wilayah di Kepri.

”Pemerintah kota dan kabupaten terus menggalakkan vaksinasi ini. Semakin banyak yang divaksin, maka penyebaran virus dapat diminimalisir,” imbuhnya.(*/jpg)