batampos.co.id – Vaksinasi gencar dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri maupun pemerintah kota dan kabupaten. Ditargetkan, hingga akhir Juli, 50 persen warga Kepri sudah mengikuti vaksinasi.
”Benar, Juli itu harus selesai 50 persen (vaksinasi, red). Tapi sejauh ini kami baru selesaikan 15,8 persen yang telah divaksin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Muhammad Bisri, Kamis (10/6).
Bisri berharap masyarakat yang berinisiatif datang ke pusat-pusat vaksinasi. Sejauh ini, kata Bisri, pusat-pusat pelaksanaan vaksinasi hanya didatangi puluhan orang saja.
Padahal, vaksin disediakan ratusan bahkan ribuan dosis di satu pusat vaksinasi. ”Masih terbilang rendah, mestinya penuh. Tapi yang datang hanya beberapa saja, ke mana yang lainnya,” tuturnya.
Ia mengatakan, apabila masyarakat tidak mendukung, target ini tidak akan pernah tercapai. Untuk itu, ia meminta kesadaran masyarakat, agar segera menjalani vaksinasi. Sehingga kasus Covid-19 di Kepri dapat segera turun.
”Jangan terlalu banyak termakan hoaks. Apabila itu yang bicara saya, barulah percaya. Vaksin ini aman kok,” ucapnya.
Banyak kemudahan diberikan ke masyarakat yang ingin divaksin. Bahkan, sambungnya, masyarakat juga dapat mengajukan untuk melakukan vaksinasi di luar tempat-tempat yang disediakan.
”Silakan ajukan permohonan, agar vaksinasi segera dilaksanakan. Masyarakat bisa juga datang ke puskesmas. Bawa KTP dan fotokopinya, lalu tentukan jadwal vaksin. Gampang kok,” ujarnya.
Sejauh ini, menurut Bisri, vaksinasi baru dilaksanakan di pulau-pulau yang ramai dihuni penduduk. Sedangkan untuk masyarakat di pulau kecil, vaksinasi belum digalakkan.
”Mereka ini secara geografis dan epidomologis, potensi tertularnya rendah. Tapi masyarakat di kawasan atau pusat-pusat kota, potensi tertularnya tinggi. Makanya kami gencar melaksanakan vaksinasi di kawasan perkotaan,” katanya.
Bisri menambahkan, masyarakat jangan menunggu-nunggu lagi. Selagi ada stok vaksin, segeralah datang ke pusat-pusat vaksinasi. ”Tunggu apa lagi, vaksinnya sudah ada. Segeralah ke vaksin (divaksinasi, red),” ucapnya.(8/jpg)
