batampos.co.id – Di Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Telagapunggur biaya tes GeNose tetap Rp 40 ribu. General Manager Hang Nadim, Benny Syahroni, mengatakan, sudah mengetahui adanya informasi penurunan biaya tes GeNose yang dikelola pihak Kimia Farma tersebut.

Namun, penurunan harga itu tidak berlaku di Bandara Hang Nadim Batam.

“Masalahnya pemeriksaan GeNose di Hang Nadim itu dilakukan RSBP (Rumah Sakit Badan Pengusahaan) Batam,” kata Benny, Kamis (10/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ia mengatakan, sejauh ini belum mendengar adanya penurunan tarif GeNose oleh pihak RSBP Batam.

“Kami hanya menyediakan tempat, penentuan harga itu wewenang dari RSBP, bukan kami,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pada pemeriksaan GeNose, Kamis (10/6/2021), masih menggunakan harga Rp 40 ribu. Sejauh ini, pemeriksaan GeNose tidak lagi ada kendala atau antrean panjang. “Aman dan lancar,” ujarnya.

Kepada masyarakat, Benny meminta agar memperhatikan aturan yang ada. Ia mengatakan, tidak semua daerah menerima hasil dokumen negatif rapid test Antigen atau GeNose.

“Ke Kalimantan Barat, wajib menunjukan negatif melalui tes PCR. Sedangkan ke Bali PCR dan Antigen-nya berlaku dua hari saja,” tuturnya.

Sedangkan ke daerah lainnya, bisa menggunakan negatif berdasarkan pemeriksaan PCR yang berlaku 3 hari dan Antigen 2 hari. Pemeriksaan GeNose wajib dilakukan saat akan berangkat.

Sementara itu, Kasatker Pengelola Pelabuhan BP Batam Telagapunggur, Herman, mengatakan, hal senada. Ia menuturkan, pemeriksaan GeNose di Pelabuhan Telagapunggur masih menggunakan tarif yang lama.

“Sejauh ini belum ada perubahan. Pengelolaan GeNose di sini dilakukan oleh RSBP Batam,” ucapnya.

Sementara itu, Humas RSBP Batam, Okta Riza, mengatakan, sampai saat ini belum ada penurunan tarif GeNose di pelabuhan atau bandara yang dikelola RSBP Batam.

“Di bawah RSBP tetap Rp 40 ribu,” katanya.(jpg)