batampos.co.id – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, kembali mengusulkan empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat menyerahkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 67 dan 68 Tahun 2021 Tentang KEK Batam Aero Technic dan KEK Nongsa Digital park, Sabtu (12/6/2021).

Gubernur mengatakan, masih ada beberapa kawasan yang usulkan dan diharapkan bisa segera direalisasikan menjadi KEK.

Dari empat kawasan yang diusulkan tiga di antaranya berada di Kota Batam dan satu di Kabupaten Karimun.


Berikut daftarnya:

1. KEK Pulau Pengalap

Pulau Pengalap merupakan kawasan pariwisata di salah satu pulau di Batam dan kegiatannya saat ini eksis.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto memberikan PP Nomor 67 Tentang KEK Batam Aero Technic kepada Presiden Direktur (CEO) Lion Group Edward Sirait. Selain MRO BAT dan Nongsa Digital Park ada tiga kawasan lain yang disulkan untuk menjadi KEK di Kota Batam yaitu, KEK Kesehatan di Sekupang, KEK Tanjungsauh dan KEK Pulau Pengalap. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

2. KEK Pulau Asam

Pulau Asam berada di Kabupaten Karimun, dengan bisnisnya  dan saat ini sedang dalam proses pengurusan menjadi KEK

3. KEK Tanjungsauh

Pulau Tanjungsauh adalah pulau yang relatif besar yang berada di sekitar Pulau Ngenang dan akan menjadi salah satu penghubung jembatan Batam-Bintan. Saat ini di Pulau Tanjungsauh sedang dibangun sebuah pelabuhan.

Dengan adanya pelabuhan di Pulau Tanjungsauh akan mampu menangani pengiriman melalui Selat Malaka tanpa harus transit dari Singapura.

“Ini (Tanjungsauh,red) juga dalam proses pengusulan dalam kegiatan kontainer port dan kita sudah MoU dengan beberapa investor dan pulau ini juga memiliki potensi yang sangat besar,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

4. KEK Kesehatan 

KEK Kesehatan ini berada di Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Gubernur mengatakan saat ini usulak KEK Keseahtan sedang dalam proses. Pihaknya sedang menginventarisasi bersama-sama beberapa kawasan-kawasan lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan akan diusulkan untuk menjadi KEK.

“Dengan prinsip tidak mengobral kawasan ekonomi khusus akan tetapi dengan prinsip-prinsip kesungguhan, keinginan yang kuat bagi para investor untuk mengembangkan kawasan tersebut,” jelasnya.(esa)