batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang, dr. Nugraheni Purwaningsih menjelaskan sebelum Ramadan 2021, dari 800 Aparatur Sipil Negara (ASN) hasil penyisiran timnya terdapat 500 orang yang belum divaksin.

”Ada ASN yang menolak, banyak juga. Ada 500-an yang belum. Tapi seiring berjalan waktu jumlahnya mungkin sudah berkurang,” kata Nugraheni, Sabtu (12/6).

Untuk itu, Organisasi Perangkat Dinas (OPD) akan disurati untuk mendata ASN yang belum divaksin sehingga diketahui jumlah yang belum mengikuti program itu.


Sebagai ASN kata Nugrageni juga harus menjadi contoh bukan malah sebaliknya tidak mendukung program pemerintah. ”Sebagai ASN kita harus menjadi contoh, bukan tidak mendukung kebijakan,” ujarnya.

Dijelaskannya karena saat ini untuk disiplin protokol kesehatan masih sulit dan banyak pelanggaran sehingga pihaknya terus mengejar vaksinasi agar terbentuk herd immunity atau kekebalan kelompok di Kota Tanjungpinang.

”Kita tujuannya bukan menghabiskan vaksin atau mengejar prestasi yang dicanangkan Gubernur tapi kita ingin di Tanjungpinang terbentuk herd immunity,”jelasnya.

Menurutnya tidak boleh ada penolakan karena menurut hitungan usia 18-59 yang harus divaskin di Tanjungpinang sebanyak 157 ribu. Saat ini masih ada keraguan karena mendengar pendapat orang lain.

”Nanti Lurah, Camat, RT dan RW harus menggerakkan warganya. Kita tidak memaksa tapi sebagai bentuk tanggungjawab bersama,” ujarnya.

Jika herd immunity lama terbentuk di Tanjungpinang dan angka covid-19 terus bertambah maka aktivitas ekonomi akan berhenti.

”Tidak perlu dipaksa tutup dengan surat edaran, karena kalau sudah terkena covid-19 akan berhenti sendiri,” tambahnya.(*/jpg)